Lima Detik Menyulut Pelik

Pengguna jalan tol melintas di samping gardu tol yang melayani pengisian ulang e-Money Mandiri di Gerbang Tol Cililitan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2017.
Pengguna jalan tol melintas di samping gardu tol yang melayani pengisian ulang e-Money Mandiri di Gerbang Tol Cililitan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id – Bulir-bulir air masih menempel di badan mobil Mercedes berkelir hitam yang masuk ke gerbang Tol Bawean-Salatiga Jawa Tengah. Mulai dari atap hingga kacanya bisa terlihat jelas bulir-bulir itu bertebaran.

Tak lama, perlahan kaca di sebelah kanan belakang terlihat bergeser turun. Dari balik kaca pekat yang konon tahan dari peluru itu muncul wajah semringah Jokowi.

Dengan kemeja putih khasnya, presiden Indonesia ketujuh ini terlihat mengacungkan sebuah benda berupa kartu berbentuk persegi panjang kecil berwarna hitam keabu-abuan.

Bersamaan dengan itu, tangan kanannya terlihat terulur. Kartu kecil itu dijepitnya dengan bantuan jempol dan kemudian ditempelkannya ke sebuah mesin.

Kepala Jokowi sampai menunduk buat memastikan kartu yang ditempelnya tepat di mesin pembaca. Tak butuh waktu lama, Jokowi bersama sopirnya segera bergegas lagi.

Ya, sore di akhir September itu, Jokowi bak memberi 'peringatan'. Tanpa harus mengucap sepatah kata pun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencoba menyampaikan pesan bahwa kelak terhitung tanggal 31 Oktober, tak ada lagi penggunaan uang tunai di tol.

Singkat pesannya, presiden saja bayar pakai kartu, mengapa warga tidak. Jadi mesti siap-siap. Kurang lebih begitu isyarat yang ingin disampaikan mantan Wali Kota Surakarta itu.