SOROT 472

Memilih Mandiri

Penulis buku, Sabiq Carebesth bersama buku karyanya
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Selanjutnya, Memperkaya Ragam

img_title Produksi Buku di Indonesia Rendah

Memperkaya Ragam
Ade mengatakan, alih-alih mengancam penerbit mainstream, para penulis indie ini justru memperkaya dan memberi warna di dunia perbukuan. “Pola penerbitan mandiri itu alternatif untuk penulis lama atau pun baru. Semua ini justru menguntungkan bagi dunia buku secara umum,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bentang Pustaka juga tak merasa terancam. CEO PT Bentang Pustaka Salman Farid mengatakan, penerbitan buku melalui percetakan independen atau percetakan yang kecil tidak mungkin omzetnya besar. Selain itu, penjualan hanya melalui sistem online dan kepada komunitas sehingga promosi murah. 

img_title Cerpen Berusia 100 Tahun Milik Ernest Hemingway Ditemukan

Sorot Buku - Membaca Buku - Perpustakaan - kios buku - pedagang

Seorang pedagang buku bekas menunggu pembeli di area Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

img_title PTSP DKI Layani Pengurusan 34 Perizinan Secara Online

Yadi juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, fenomena penulis indie justru menjadi angin segar bagi budaya literasi di Indonesia. Tinggal didukung bagaimana manajemen penulisannya. 

“Karena sekarang bebas nulis di mana pun, enggak punya saringannya, tinggal disaring saja. Enggak sama sekali mengancam ke penerbit. Kami masih punya penulis-penulis loyal yang mau menerbitkan karyanya di penerbit,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Toga Mas Baru Kotabaru Jogja, Singgih juga mengapresiasi keberadaan para penulis indie tersebut. Menurut dia, mereka memberi warna di dunia perbukuan. “Mereka militan dan bukunya pilihan, enggak sembarangan,” ujarnya.

“Kalau saya melihat, enggak mengancam, tapi akhirnya menemukan jalurnya sendiri-sendiri. Menemukan pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Kalau kami melihat, kami sendiri mengembangkan dan akhirnya berdamai dengan perubahan itu,” ujar Manajer Toko buku Gramedia Area 4, Guntoro. (art)

Warga melihat buku koleksi relawan Perpustakaan Terbuka yang dijejerkan di halaman Mesjid Agung Atsauroh di Serang, Banten

Bajakan Si Pelaris

Pembajakan buku di RI sudah luar biasa. Kenapa masih sulit diberantas?

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut