- ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Saat VIVA tiba di RSPI Sulianti Saroso, mulai dari satpam, tenaga kesehatan, hingga sejumlah pengunjung terlihat menutupi bagian mulut dan hidungnya dengan masker hijau.Â
Ya, memakai masker, dan mencuci tangan adalah anjuran khusus ketika mengunjungi rumah sakit yang berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara ini.
Saat mengunjungi rumah sakit tersebut, VIVA dibawa ke lantai dua, Ruang Mawar. Ruangan ini adalah ruangan khusus, atau ruang isolasi bagi pasien difteri. Setelah melewati pintu Ruang Mawar 2, ada sekitar lima kamar pasien, yang setiap kamarnya hanya diisi oleh satu pasien, dan satu pendamping.Â
Tidak sembarangan orang bisa masuk. Setiap pasien hanya boleh ditemani oleh satu pendamping. Itu pun tidak boleh berganti, untuk mengurangi risiko penularan.Â
Di samping kamar pasien, juga ada sebuah ruang, yang bertuliskan 'ruang khusus petugas' yang terhubung ke kamar pasien.
Ruangan ini digunakan saat dokter dan tenaga kesehatan masuk dan memeriksa pasien. Dokter dan tenaga kesehatan yang masuk pun harus mengenakan pakaian atau alat pelindung diri.
Sama halnya dengan RSPI Sulianti Saroso, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten diselimuti kekhawatiran. Mereka mulai kewalahan menangani pasien penyakit difteri. Jumlah penderita semakin bertambah, sementara fasilitas ruang isolasi terbatas.
Menurut Staf Humas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, Lilik Kholida, ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit ini cuma mampu menampung 11 pasien saja. Sedangkan jumlah pasien penderita difteri terus bertambah. Dalam dua bulan terakhir tercatat sudah ada 30 kasus difteri.
Dikira disentri
Sejak Januari hingga Desember 2017 ini, korban difteri memang makin bertambah. Sepanjang 2017, data dari Kementerian Kesehatan RI mencatat, ada 38 kematian dan 633 kasus difteri di Indonesia. Setelah 10 dekade penyakit ini menjauh, baru-baru ini, mendadak muncul. Di sejumlah daerah, statusnya dinyatakan sebagai KLB.Â
Kasus difteri tertinggi terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat juga Aceh. Di Jawa Timur, dalam setahun ada 318 kasus di mana 12 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan Jawa Barat terutama Banten, telah mencapai 63 kasus dan 9 kematian. Serta, di Jawa Barat, hingga Desember telah tercatat 132 kasus dan 13 kematian akibat difteri.