- ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Diakui pula olehnya, sejauh ini, vaksin-vaksin yang diproduksi Indonesia--BioFarma, kualitasnya sudah sangat bagus. Bahkan banyak diekspor hingga ke banyak negara.
"Saya kemarin baru mendapat bocoran, karena kita ada kondisi KLB difteri ini, BioFarma itu harus menunda ekspor vaksinnya, karena untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dahulu,” kata Jane.
Untuk menangani difteri ini, pemerintah bukan hanya siaga dengan stok vaksin. Petugas kesehatan pun ikut disiagakan. Bahkan, bukan hanya masyarakat, para petugas kesehatan juga ikut diberikan suntik antibiotik agar tidak ikut tertular.
"Kami siagakan petugas Puskesmas. Di rumah sakit juga ditata ruang isolasi," kata dr Jane menambahkan.
Ketua Ilmu Kesehatan Anak RSPI Sulianti Saroso, dr. Desrinawati Muhammad Amin mengatakan, biasanya, pasien difteri butuh perawatan di ruang isolasi hingga dua pekan. Selama proses pengobatan, pasien akan diberi anti toxin juga antibiotik.
"Setelah dinyatakan sembuh, akan kembali diobservasi hingga dua minggu sampai benar-benar bakteri difteri pergi,” ujarnya. (ms)