Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar

Pileg dan Pilpres Ini Harus Enjoy

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (kedua kanan) saat membukan Festival Hari Santri 2018 di kantor DPP PKB, Jakarta, 29 November 2018.

img_title Berapa Biaya Masuk Pondok Pesantren?

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar membuka Festival Hari Santri di DPP PKB, Jakarta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertimbangannya bukan semata-mata elektabilitas merebut suara santri?

img_title Ragam Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Berbagai Daerah

Kalau itu kan otomatis. Karena sekarang ini kalau merebut konstituen itu hanya simbolik, tidak masuk ke dalam konten yang dihadapi mereka secara langsung, itu cenderung palsu. 

Artinya berbagai kegiatan terkait Hari Santri adalah salah satu strategi PKB untuk menarik hati para santri yang notabene pemilih muda?

img_title Kenapa Hari Santri Nasional Dirayakan Setiap 22 Oktober?

Iya. Kita ingin pemilih muda kaum santri ini terlibat. Setelah terlibat timbul rasa cinta atau suka, setelah suka mereka bergabung dengan PKB.

Apakah ini memang strategi PKB ke depan, merangkul pemilih milenial?

Betul. Tentu ini didasari dengan besarnya pemilih milenial atau kaum muda. Presentasenya sangat tinggi hampir 40 persen. Ini dengan karakter perilaku politik yang tidak mau serius-serius banget, tetapi punya kepedulian politik. Tidak mau retoris tapi lebih subtantif. Komitmen yang tinggi tetapi minta bukti. Itu yang kemudian membuat kita harus bisa hadir di kalangan mereka. Setelah konsolidasi santri beres, kita masuk ke kaum muda pada umumnya.

Sebenarnya seberapa signifikan suara santri dalam Pemilu tahun depan?

Santri itu ada dua kategori. Pertama santri sesungguhnya. Dalam artian santri yang di pesantren atau produk pesantren yang tinggal dan mondok di pesantren, itu puluhan juta itu jumlahnya. Tetapi yang lebih besar lagi adalah masyarakat Indonesia yang memang mayoritas muslim. Agama ini punya kekuatan yang dapat menyentuh semua ruang, ruang politik, ruang sosial, semuanya. Jadi selain santri yang memang hidup atau tinggal di pondok, masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim ini juga menjadi sasaran kita.

Artinya sasaran PKB bukan hanya santri yang mondok di pondok pesantren?

Iya. Tentu santri NU yang mondok itu adalah satu kategori. Kemudian semua yang berkeinginan menjadi muslim yang baik, yang mempunyai gairah keagamaan yang tinggi itu juga masuk.

Selanjutnya, berebut suara milenial..

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain PKB, sejumlah partai juga memperebutkan pemilih milenial. Kenapa?

Karena jumlahnya di atas 35 persen, tinggi sekali. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut