Pileg dan Pilpres Ini Harus Enjoy
- VIVA/Dhana Kencana
Kampanye Pilpres lebih banyak diwarnai perang pernyataan bukan tawaran program. Tanggapan Anda?
Itu tugasnya tim kampanye nasional (TKN) bagaimana mengemas produk-produk isu menjadi mudah ditangkap orang.
Sebenarnya perang jargon itu sesuatu yang spontan atau memang sengaja diciptakan agar mudah diingat publik?
Ada yang spontan, ada juga yang by design saya rasa. Saya kira sebagian yang dilontarkan Pak Prabowo by design. Saya curiga "Tempe setipis ATM' itu by design, biar mudah ditangkap, mudah diingat publik. Yang paling penting itu sekarang kan, tahap pertama itu diingat rakyat dulu, apapun caranya. Setelah diingat baru contentnya masuk.
Kubu oposisi kerap melontarkan ancaman atau menebar ketakutan dan strategi itu digunakan oleh Donald Trump ketika dia kampanye pada pemilu AS. Apakah ini menunjukkan bahwa tim Prabowo-Sandi menggunakan strategi yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Trump di Amerika?
Kayanya iya. Kayanya iya. mencari jalan mudah, jalan instan untuk mendapatkan popularitas, dan mungkin berdasarkan survei juga. Bahwa mau tidak mau hari ini mainstream ekstrem yang menarik, yang laku dimakan oleh ingatan publik.
Strategi kampanye ala Trump berhasil di AS dan Brazil. Apa yang harus dilakukan Jokowi dan Maruf Amin untuk menangkalnya?
Sebenarnya sudah benar apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi dan timnya itu dengan mengekspose produk-produk keberhasilan di periode pertama ini, misalnya dana desa yang terus meningkat, infrastruktur terus ditingkatkan. Ya program-program yang berhasil harus terus dieksplore. Karena hanya itu yang bisa menandingi.Â
Ada kesan Pilpres 2019 seperti ada pembelahan di bawah. Apakah kondisi ini tidak mengkhawatirkan?
Iyaa, cukup menghawatirkan pembelahannya, terutama di isu agama. Dan menurut saya harus ada jalan tengah supaya tidak salah dalam kubu yang mainstream ini. Kalau seperti ini kiri dikatakan sekuler, kanan agama. Kalau pembelahan ini terus terjadi bahaya.
Apa harapan Anda dengan Pemilu 2019?
Untuk Pileg dan Pilpres 2019, kita harus kembali ke dasar bangsa ini. Sebagai bangsa yang tidak berhadap-hadapan. Pileg dan Pilpres ini harus enjoy, harus menganggap sebagai festival, bukan kompetisi habis-habisan. Kedua, mari kita tampilkan solusi-solusi untuk membangun bangsa ini ke depan, jangan melakukan kampanye negatif. (hd)