Pileg dan Pilpres Ini Harus Enjoy
- VIVA/Dhana Kencana
Dari total jumlah itu, berapa target yang ingin disasar oleh PKB?
Kalau pemilih kita hari ini surveinya 10 persen, itu lebih dari 7 persen kaum muda. Artinya kita harus betul-betul istiqomah terus menerus bergerak dengan isu-isu yang memang diinginkan kaum muda.
Sebenarnya bagaimana karakter pemilih milenial ini?
Independen dan sikap politik berubah-ubah. Mereka punya karakter tidak mudah dipengaruhi satu isu, tapi juga harus dipengaruhi dengan cara intensif dan berkesinambungan.Â
Pemilu tinggal beberapa bulan. Apa yang sudah dipersiapkan PKB?
Kita sekarang sudah berhasil menjaga konstituen asli. Bahkan beberapa hasil survei kita sudah bisa mengalahkan Golkar. Kita sudah peringkat ketiga kalau menurut beberapa hasil survei. Tinggal lapangannya saja yang kita persiapkan beberapa bulan ke depan.
Caranya?
Kombinasi antara peran caleg di lapangan untuk mensosialisasikan diri dan partai dan memainkan sosial media. Artinya kita mainkan semuanya, baik di darat dan udara.
![]()
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar
Apakah ada dapil prioritas?
Iya, pasti. Kita ada ranking dapil aman, dapil kosong. Ada yang tengah juga. Dan kita sedang kerja di dapil-dapil kosong.Â
Ada berapa jumlah dapil-dapil kosong?
Dapil kosong kita punya 20 – 25 an. Paling kuat itu kita di Jawa Timur. Kalau melihat dari ranking kita pertama Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah, Jogja, Lampung, Kalsel, Jawa Barat, luar Jawa.
Banyak pengamat yang menyatakan bahwa Pemilu 2019 ini bisa menjadi kuburan bagi partai-partai politik. Apa benar?
Iya memang demikian.
Kenapa?
Karena unpredictable. Ada antiteori perkembangan sekarang ini. Contohnya, Perindo itu kurang apa iklan di televisi, tiap hari. Tapi surveinya kecil. NasDem tiap hari masuk televisi, hasil surveinya juga kecil. Ini yang saya sebut antiteori. Dulu kan teorinya semakin banyak sosialisasi, semakin banyak secara elektoral. Nah, melihat pola perilaku pemilih ini, dibutuhkan kecerdasan. Banyak hal yang harus diubah cara kerjanya.
Apakah ambang batas parlemen 4 persen itu tinggi?
Sebetulnya enggak sih. Wajar itu. Karena kalau enggak 4 persen menjadi tidak ada seleksi alamiah. Dulu kita inginnya 5 persen agar seleksinya betul-betul natural dan stabil. Jadi tidak terlalu banyak pilihan seperti sekarang ini. Sekarang kan ada 14 partai. Paling nanti tersisa 8 atau 9 partai.Â