Pileg dan Pilpres Ini Harus Enjoy
- VIVA/Dhana Kencana
Contohnya?
Misalnya, kitab Ihya Ulumuddin yang berbicara tentang kehidupan seorang filosof muslim, tentang pedoman hidup itu kan terlalu dalam. Bagaimana itu bisa tersaji lebih mudah agar masyarakat bisa lebih mudah paham akan isi dari kitab Ihya Ulumuddin.
Target berikutnya?
Mayoritas kaum santri ini adalah masyarakat perdesaan, marjinal tingkat ekonominya, lamban dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi (IT), lamban dalam hal menjadi pelaku ekonomi. Nah, target ketiga kita adalah bagaimana kita bisa mendorong atau melahirkan kaum santri yang entrepreneurship. Kaum santri yang siap hadir di dunia ekonomi.Â
Kenapa?
Karena jumlah pelaku bisnis di Indonesia masih sangat kecil. Padahal syarat kemajuan sebuah bangsa itu apabila kemajuan dunia usaha semakin besar. Indonesia termasuk yang sangat kecil di antara sekian banyak negara-negara pelaku bisnis. Target kita adalah santri harus menjadi pelaku ekonomi, bukan hanya pelaku sosial. Karena kalau itu berhasil maka itu akan membantu perekonomian masyarakat Indonesia pada umumnya.
Bagaimana cara membuat santri melek digital dan bisa menjadi wirausahawan?
Ada banyak strategi dalam mentransformasikan ini ke mereka. Pertama tentu pendidikan IT. Kedua, skill yang harus terus menerus dipacu. Makanya kita dukung banget itu Pak Jokowi membikin 1000 balai latihan kerja di pondok-pondok pesantren dengan anggaran yang memadai. Harapannya, balai latihan kerja yang tersebar itu bisa betul-betul dapat meningkatkan skill, meningkatkan wawasan, meningkatkan kompetensi, agar para santri bisa masuk ke dalam dunia luar yang mereka akan hadapi sehari-hari.
Selain itu?
Transformasi mereka ini harus diikuti dengan menambah bahan ajar atau pembelajaran yang tidak melulu akhirat. Jadi kalau ingin sampai ke akhirat harus melihat dunia dulu. Karena dengan dua dunia inilah mereka bisa tertransformasikan dengan kognitif, efektif, dan secara pemahaman, pemikiran mereka akan mampu.Â
Setelah skill mereka kita tingkatkan, infrastruktur kita bangun. Misalnya infrastruktur jaringan internet di perdesaan atau pondok-pondok yang lemah kita tingkatkan. Makanya PKB saat ini sedang membuat sejumlah titik hotspot-hotspot WiFi di pesantren, di desa, di zona-zona yang blank. Di Jawa barat Desember ini akan launching 600 titik WiFi utk anak-anak muda kita agar bisa mendapatkan wifi yang bagus dan cepat.