Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setyadi

Target Tiap Tahun, Zero Accident

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Kalau arus balik nanti bagaimana?

img_title 11 Pegawai Positif COVID-19, Kantor Ditjen Hubdar Ditutup Sementara

Kembalinya itu nanti dari arah Palimanan KM 189 sampai KM 29 juga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berarti di arus balik nanti tidak dari Brebes Barat mulai one way?

img_title H-7 hingga H-1 Lebaran 2020, Cuma 465 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta

Iya, untuk baliknya nanti tidak dari Brebes Barat, tapi dari KM 189 Palimanan sampai KM 29 exit tol Cikarang Utama.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi

img_title Pertamina MOR III: Konsumsi Pertamax Ramadan-Idul Fitri Naik 12 Persen

Kapan diberlakukan one way untuk arus balik?

Untuk arus balik dari tanggal 8,9, 10 Juni. Itu kita sampaikan kepada masyarakat bahwa oneway arus balik akan berlaku pada tanggal 8,9,10 Juni. Tetapi tetap itu akan berlaku situasional, artinya jika kita melihat misalnya tanggal 9 arus kendaraan sudah berkurang tidak perlu lagi diberlakukan one way, maka kita akan kembalikan seperti biasa lagi. Artinya tergantung situasi di lapangan nanti.

Pelaksanaan one way sempat menjadi polemik bagi operator bus antar kota, khusunya AKAP. Bagaimana Anda menyiasati itu?

Iya, saya juga tadi sudah komunikasi dengan Ketua Organda. Kita selalu komunikasi dengan semua pihak operator. Memang ada keluhan jika one way diberlakukan dapat berisiko pada arus balik operasional khusus bis antar kota itu. Kemarin sempat ada usulan dari teman-teman operator, kalau bisa dibuka satu jalur dari arah timur, khusus untuk bus. Tapi itu nanti bagaimana situasi di lapangan.

Untuk meminimalisir jumlah kecelakaan apa lagi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan? Karena rampcek ini terkesan hanya dilakukan setahun sekali, kalau jelang lebaran baru dilakukan. Bagaimana anda melihat ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebenarnya begini, kalau terminal ini sudah efektif semua bus masuk ke terminal, adalah kewajiban kita untuk melakukan rampcek terhadap semua bus yang mau berangkat. Kalau jumlah busnya terlampau banyak, mungkin bisa kita lakukan dengan cara sample. Tapi seharusnya itu rutin dilakukan, jadi begitu bus mau keluar terminal, dia harus melewati rampcek. Kan rampcek itu tidak begitu rigit banget sebenarnya. Hanya melihat bagaimana remnya, bagaimana lampunya, dan sebagainya. Dan itu harus tetap dilakukan.

Tapi kalau untuk momen lebaran, untuk libur Natal dan tahun baru, itu pasti dilakukan. Karena saat itu permintaan tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut