Target Tiap Tahun, Zero Accident
- VIVA/M Ali Wafa
Terkait dengan kecelakaan. tren kecelakaan selama mudik sendiri sejauh ini seperti apa?
Kalau tren jumlah kecelakaan, setiap tahun itu menurun terus. Artinya kita selalu berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dengan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi itu.
Kalau di tahun 2016 ada macet panjang yang menjadi fenomenal, yaitu Brexit. Ada yang meninggal dunia. Nah, kita setiap tahun di luar lebaran kan juga memiliki visi zero accident. Begitu ada RUNK (Rencana Umum Nasional Keselamatan) ada lima pilar yaitu infrastruktur - Kementerian PUPR, kendaraan - oleh Kementerian Perhubungan, untuk orang atau keselamatan pengemudi - oleh Kepolisian. Pos Kes atau masalah kesehatan - oleh Kementerian Kesehatan. Kemudian, managemen keselamatan-oleh Bappenas. Â Jadi artinya, semangatnya pemerintah melalui kementerian-kementerian terkait masalah ini adalah zero accident. Dan target kita memang menurunkan angka kecelakaan tiap tahunnya, baik angka kecelakaannya, dan juga jumlah korban-korbannya. Dan setiap lebaran kita evaluasi terus menerus, dan Alhamdulillah selalu ada penurunan. Jadi target sekarang, kita juga menurunkan itu.
Apa harapan Anda pada masyarakat, khususnya para pemudik?
Harapan saya ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Meskipun pemerintah yang mengeluarkan regulasi, membuat peraturan sedemikian rupa, tapi kan tanpa adanya peran serta masyarakat kita tidak ada artinya. Kalau masyarakat, yang bisa mengendalikan mereka kan diri sendiri dan lingkungan mereka sendiri. Jadi harapan kita adalah semakin lama perjalanan kita dalam mudik ini, harus diwarnai dengan satu visi yang sama dengan kita, yaitu Mudik selamat, Guyub Rukun. Harapan kita itu bisa masuk ke dalam hatinya masyarakat yang mau mudik. Sehingga dengan demikian saya sangat berharap kepada masyarakat sejak awal perjalanan sudah mulai mengatur perjalanannya.Â
Kelola perjalanan mudik Anda dengan baik. Siapa yang akan mengemudi dengan kondisi baik, kendaraannya bagaimana, BBM-nya juga bagaimana harus kondisi full, kemudian juga barang-barang yang akan dibawa upayakan seperlunya saja, kapan akan istirahat, akan menggunakan jalur mana, jam berapa berangkat, dan harus punya opsi juga, kalau jalan yang dituju macet, paling tidak ada opsi jalan lain. Jadi minimal, managemen seperti itu tidak hanya dimiliki oleh kita, tapi juga oleh masyarakat dari awal.