Ini Amanat Partai, Saya Harus Jalankan Sebaik-baiknya

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA –  Nama Aziz Syamsudin sebagai kader Partai Golkar sudah lama akrab di telinga publik. Nama Aziz semakin moncer setelah berhasil menembus gedung kura-kura.  Ia menjadi anggota DPR Komisi III pada periode 2014-2019. Sampai saat itu ia dianggap selalu mampu menjalankan peran dan tugasnya dengan baik.

Sebelum terjun di dunia politik, Aziz adalah seorang pengacara yang bergabung dalam kantor pengacara Gani Djemat & Partner sejak 1994 hingga 2004. Selain menjadi pengacara, Aziz juga aktif berorganisasi. Jabatan terakhirnya adalah ketua umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Ia mengampu jabatan itu sejak 2008 hingga 2011.

Nama Aziz sempat santer untuk diajukan sebagai kandidat gubernur DKI dari Partai Golkar. Namun belakangan Aziz memilih mundur dan melanjutkan kariernya sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Kecakapannya memainkan peran sebagai anggota dewan mengantarkannya kembali menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024. Bahkan kali ini ia ditugaskan partai untuk menjadi wakil ketua DPR RI. 

Kepada VIVAnews yang mewawancarainya secara khusus, Aziz menceritakan apa yang sudah dan akan ia lakukan sebagai wakil ketua DPR RI. Ia berbincang berbagai hal, dari usulan Pilkada elektronik, hingga radikalisme. Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Aziz Syamsudin:

Apa saja yang sudah Anda lakukan sebagai Wakil Ketua DPR?
Pertama, melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang beberapa waktu lalu sempat tertunda dari periode yang lalu. Kita lanjutkan. Misalnya masalah yang berkenaan dengan otsus, perbatasan, itu kita lanjutkan. Kita inventarisasi dulu. Mana pekerjaan yang masih tergantung, kita lakukan, kita lihat. Kemudian pekerjaan-pekerjaan lanjutan yang bersifat hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah di polhukam. Salah satunya menghadiri undangan-undangan protokoler. Kemarin juga melakukan pembagian-pembagian berkenaan dengan masalah komisi, AKD. Berkenaan dengan masalah-masalah pergantian pimpinan, penyerahan palu, melakukan diplomasi-diplomasi internasional karena ini di bidang polhukam dan luar negeri. 

Pembagian bidang itu sudah ada?
Itu sudah dirapatkan, yang mana rapat itu dari carry over yang lama, periode 2014-2019. Secara proporsional Golkar merupakan pemenang kedua. Kursi terbesar kedua di parlemen. Kita dapat posisi di polhukam, kemudian dirapatkan dalam pimpinan, dimasukkan ke bamus, sekaligus pembentukan AKD dan komisi, diumumkan di paripurna. Diumumkan di paripurna merupakan kesepakatan seluruh anggota dewan. Kita lakukan itu, 575 bersama pimpinan kita declare dalam paripurna.

Komisi, AKD sudah selesai. Pekerjaan rumah pimpinan sebelumnya apa?
Satu, laporan-laporan masyarakat. Kan dalam proses pergantian periodesasi, laporan masyarakat terus masuk. Kita tindaklanjuti. kemudian dalam hal masalah-masalah khusus kita lanjutkan dengan proses-proses yang berjalan.