Yang Kita Butuhkan Bukan Berapa Banyak Unicorn, tapi Seberapa Kuat

Jemy Confido, CEO Blanja.com
Jemy Confido, CEO Blanja.com
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA –  Tanggal 8 Desember 2019 lalu,  situs jual beli Blanja.com genap berusia setengah dekade di industri e-commerce. Selama 5 tahun berdiri, Blanja.com terus berinovasi mengambil langkah-langkah strategis baru untuk membangun fondasi yang lebih kuat. Menurut CEO Blanja.com, Jemy Vestius Confido, membangun fondasi yang lebih kuat dilakukan dengan cara merangkul seluruh ekosistem e-commerce. 

Langkah-langkah tersebut diaplikasikan dengan kerja sama oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, korporasi hingga pelaku UKM di Indonesia. Hal ini, ujar Jemy, dilakukan untuk meningkatkan engagement yang lebih baik lagi. Bagi Blanja.com, sinergi dengan berbagai elemen penting dilakukan untuk menyiapkan serbuan digital. 

"Jika kita tak siap di e-commerce dan fintech, nanti di gelombang berikutnya kita akan tambah ketinggalan." ujarnya dalam wawancara khusus dengan VIVAnews, pekan lalu. 

Blanja.com merupakan perusahaan e-commerce hasil usaha patungan (joint venture) antara PT Telkom Indonesia Tbk dengan eBay Inc. Jemy bukan orang yang sejak awal mendampingi Blanja.com. Sebelum memimpin Blanja.com, Jemy pernah menjabat sebagai VP Consumer Marketing and Sales Telkom. Jemy didapuk menjadi CEO Blanja.com pada pertengahan 2019, menggantikan Aulia Ersyah Marinto. 

Sebagai bagian dari Telkom Group, Blanja.com berkembang dengan memanfaatkan ekosistem yang ada. Blanja.com menerima banyak Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM), dari BUMN dan kementerian. Hingga tahun ini, sudah lebih dari 47.000 pengusaha UMKM yang bergabung dengan Blanja.com. Mitra yang bergabung dari BUMN dan kementerian rata-rata adalah produsen. Sedangkan mitra swasta, lebih dari 90 persen adalah reseller. 

Kepada VIVAnews, Jemy menceritakan tantangan apa saja yang akan dihadapi oleh pasar e-commerce Indonesia. Bagaimana perkembangannya, dan potensi ke depannya. Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Jemy Confido:

Apakah munculnya ekonomi digital saat ini masih sebatas tren, atau memang bisa diandalkan sebagai penggerak ekonomi nasional?
Kita sekarang berada di industry revolution 4.0 atau RI 4.0. Kalau kita rujuk pada peristiwa terjadinya revolusi industri 1, 2, dan 3, memang tanda-tanda terjadinya sebuah revolusi industri itu sekarang sudah mulai bermunculan. Fenomena yang kemudian kita rasakan sekarang ini mulai mempengaruhi struktur sosial dan ekonomi. Artinya ini suatu perubahan sangat esensial yang tidak bisa kita anggap hanya sebagai sebuah tren, tidak bisa kita anggap hanya sebagai sebuah impulse, sebuah buble yang juga akan hilang, tidak bisa begitu melihatnya.  Karena ini sudah masuk pada mempengaruhi perubahan struktur ekonomi dan struktur sosial, dan sebentar lagi mau tidak mau akan masuk ke dalam struktur hukum. Karena fenomena ini biasanya muncul dulu baru kemudian diformalkan dalam bentuk hukum.