Jika Pesantren Berdaya, Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Aminuddin Maruf Staf Khusus Presiden Joko Widodo
Aminuddin Maruf Staf Khusus Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Pesantren ternyata tak luput dari radar Presiden Jokowi. Presiden yang gemar sarungan itu ternyata memiliki concern pada pusat pendidikan agama Islam tersebut. Dan, salah satu staf khusus yang ia angkat, salah satunya memiliki tugas untuk memberdayakan pesantren. 

Aminuddin Ma'ruf menjadi anak muda yang tergabung dalam staf khusus presiden. Ia diberi kepercayaan untuk memberikan masukan soal pemberdayaan pesantren dan aktivis mahasiswa. Menurut staf khusus Presiden Jokowi yang satu-satunya lulusan dalam negeri, jika pemberdayaan pesantren berhasil, maka kemisikinan di Indonesia juga bisa teratasi.

Sebab, dengan puluhan ribu jumlah pesantren di Indonesia artinya bisa jadi banyak penduduk Indonesia yang menjadi bagian dalam pesantren. Alumni Universitas Negeri Jakarta ini juga memastikan, tugas stafsus bukan melakukan eksekusi, tapi memberi masukan ide dan gagasan kepada presiden. 

Kepada VIVAnews yang mewawancarainya pekan lalu, pria kelahiran Karawang Jawa Barat itu mengaku tugasnya tak mudah. Tapi ia akan tetap bekerja agar tujuan untuk mendekatkan pesantren dengan dunia digital dan berdaya bisa segera terwujud. 

Seperti apa petikan wawancaranya, silakan disimak:

Bagaimana prosesnya Anda bisa ditunjuk menjadi staf khusus Jokowi?
Ceritanya itu, jadi kira-kira dua minggu sebelum diumumkan, saya dikonfirmasi oleh Pak Sesneg, Pak Pratik (Mensesneg, Prof.Dr.Pratikno -Red) saya diberitahu jadi Staf Khusus Presiden. Lalu lima hari atau empat hari sebelum diperkenalkan, saya dikonfirmasi ulang oleh Pak Ari Dwipayana untuk mengosongkan jadwal di hari Kamis. Seperti itu saja ceritanya.

Kalau di belakang ya mungkin tidak ada yang rahasia. Hubungan saya dengan Pak Jokowi juga, publik pasti tahu. Dari mulai saya menjadi Ketua Umum PB PMII, berapa kali juga ketemu dengan Pak Jokowi. Pak Jokowi hadir di acara saya, dan saya yang dipanggil ke istana. Jadi sangat baik. Terus sampai Pak Jokowi juga jadi saksi akad nikah saya. Jadi yang terbangun memang hubungan yang emosional. Hubungan saling kepercayaan. Saya juga merasa sangat dihargai oleh Pak Jokowi. Padahal menurut saya, saya itu bukan siapa-siapa gitu, tapi dihargai seperti itu. Terus berlanjut pasca menjabat Ketua Umum PB PMII selesai.