Logo WARTAEKONOMI

Bos Grab Bocorkan soal Mobil Listrik

Bos Grab Bocorkan Pemumpang Bisa Nikmati Mobil Listrik dalam Waktu Dekat. (FOTO: Sufri Yuliardi)
Bos Grab Bocorkan Pemumpang Bisa Nikmati Mobil Listrik dalam Waktu Dekat. (FOTO: Sufri Yuliardi)
Sumber :
  • wartaekonomi

Sejumlah studi ekonomi memperingatkan kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Indonesia pun tidak terlepas dari bayang-bayang risiko itu.

Namun, dengan komitmen investasi di Indonesia sebesar US$2 miliar dari Softbank, Grab optimistis akan mengembangkan investasi dalam ekosistem kendaraan listrik dan layanan kesehatan daring (e-healthcare).

Demikian diungkapkan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam acara Deal Street Asia PE-VC Summit di Jakarta baru-baru ini. Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan ini listrik berjalan baik dengan respons yang positif dari pemerintah dan dunia usaha.

Baca Juga: Cie, Investor Grab dan Tokopedia Lirik Proyek Ibu Kota Baru Tuh!

"Kami sudah menjalankan kerja sama dengan Hyundai untuk pengembangan kendaraan listrik roda empat yang akan bisa dinikmati penumpang kami dalam waktu dekat," ujar Ridzki. 

Deal Street Asia adalah adalah platform informasi bagi investor internasional dan regional dalam memahami perkembangan pasar Asia. Deal Street Asia didirikan di Singapura pada 2014 dan sejak April 2019 menjadi bagian dari Nikkei, Jepang.

Ridzki melanjutkan, pengembangan kendaraan listrik tidak terbatas pada kendaraan roda empat melainkan juga roda dua. Grab sudah menggandeng sejumlah produsen sepeda motor, yakni Gesits dan Astra Honda Motor untuk proyek besar ini. 

Ridzki percaya pengembangan kendaraan listrik oleh Grab akan mengubah wajah Asia Tenggara karena akan menurunkan pencemaran udara dan biaya transportasi yang ditanggung masyarakat.

Karena itu, visi Grab adalah membawa konsorsium pemimpin global dalam kendaraan listrik ke Asia Tenggara dan membangun armada kendaraan listrik terbesar dalam sektor ride hailing atau yang oleh masyarakat sering disebut transportasi online.

"Bagi kami ini soal memberi manfaat kepada masyarakat luas. Itulah nilai yang kami percayai dan terus kami kembangkan," papar Ridzki.

Ridzki bersyukur Grab kini memiliki kecukupan modal yang baik sehingga tidak terlalu risau mengenai penggalangan dana (fund raising) dalam mengembangkan perusahaan. Hal itu menjadi salah satu faktor kunci dalam membangun bisnis yang solid.

"Ke depan, kami harus memanfaatkan dana ini secara efisien dan efektif dengan manajemen portofolio yang baik," kata Ridzki. 

Baca Juga: Grab dan Dego Ride Sudah Mengaspal di Negeri Jiran, Gojek Buka Suara

Ridzki menjelaskan bahwa saat ini Grab telah beroperasi di 234 kota di Indonesia. Riset Centre for International and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic juga mencatat Grab telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar Rp49,8 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 300 ribu mitra Grab yang sebelumnya tidak bekerja. 

Dengan semangat yang sama, Grab bersemangat membantu pengembangan ibu kota baru. Komitmen tersebut telah disampaikan oleh Grab dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta (10/1/2020).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ridzki, CEO Grab Anthony Tan dan Chairman & CEO Softbank Group Masayoshi Son, dibahas mengenai rencana pembangunan smart city yang ramah lingkungan, baik di ibu kota baru maupun berbagai kota di Indonesia.