Kata Pedagang, Mobil Harga Rp80 Jutaan Marak Diburu

Sorot Mobil Mudik - Mobil bekas yang dijual pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur
Sorot Mobil Mudik - Mobil bekas yang dijual pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA – Pembelian melalui skema kredit merupakan salah satu cara yang ditempuh banyak orang untuk mendapatkan mobil baru dengan modal minim. Tak cuma mobil baru, mobil bekas pun demikian.

Bahkan sebuah riset yang dilakukan mobil88, pembelian mobil bekas didominasi transaksi melalui kredit ketimbang tunai. Demikian seperti yang disampaikan Presiden Direktur mobil88, Halomoan Fischer Lumbantoruan.

"Kebanyakan industri otomotif khususnya mobil bekas, penjualan 60 persen kredit. Pembelian kredit lebih banyak harganya Rp80 jutaan, lalu sampai Rp150 jutaan. Tenor paling banyak tiga sampai empat tahun," ujarnya di Jakarta Selatan.

Sambung dia, dengan range harga tersebut, artinya jenis mobil yang paling banyak kredit di mobil88, yakni city car seperti Toyota Agya atau Daihatsu Ayla. Sedangkan untuk kelas Low Multi Purpose Vehicle seperti Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza.

"Sisanya 40 persen range ke atas kebanyakan tunai. Karena membeli mobil dengan harga di atas itu (Rp150 juta) pasti keuangan orangnya berbeda. Kebanyakan konsumen kami karyawan swasta, kemudian wirausaha dan pegawai negeri," tuturnya.

Dia pun menolak jika ganjil genap dianggap memberi pengaruh tersendiri buat bisnis mobil bekas. Karena pembelian lebih banyak kredit, maka secara logika pengaruhnya kecil. "Biasanya mereka meremajakan kendaraan, kalau umur kredit habis artinya setelah tiga tahun selesai baru dia tukar mobilnya," katanya. (yns)