Turis Tersasar ke Hutan Rimba Gara-gara Google Maps

Aplikasi Google Maps.
Aplikasi Google Maps.
Sumber :
  • Pexels

VIVA – Peta menjadi andalan para pelancong, ketika hendak bepergian ke wilayah yang belum pernah didatangi sebelumnya. Seiring perkembangan zaman, tampilannya kini tidak lagi berbentuk kertas melainkan digital.

Fungsi peta digital semakin canggih, saat dikombinasikan dengan kemampuan Global Positioning System atau GPS. Dengan cara ini, pengguna bisa tahu titiknya berada saat itu dan arah yang harus ditempuh.

Aplikasi peta digital yang paling populer di dunia saat ini adalah Google Maps, dan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut mencurahkan banyak waktu serta tenaga untuk membuatnya jadi semakin andal.

Tingkat akurasinya mencapai 99 persen, membuat banyak orang sangat percaya dengan apa yang ditampilkan. Sayangnya, masih ada satu persen yang kerap dilupakan oleh mereka.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Autoevolution, Kamis 12 Agustus 2021, kasus orang tersasar karena terlalu mengandalkan peta canggih tersebut sudah sering terjadi, dan baru-baru ini jumlahnya bertambah satu.

Beberapa orang turis yang sedang berlibur di Kerala, India awalnya baru selesai menikmati jalan-jalan dengan mengendarai mobil dan memutuskan hendak kembali ke hotel yang berlokasi di Munnar.

Ilustrasi hutan.

Ilustrasi hutan.

Photo :
  • dw

Namun, di antara mereka tidak ada yang mengenal kawasan tersebut sehingga akhirnya memutuskan untuk mengaktifkan Google Maps. Perjalanan dilanjutkan, tanpa menyadari mereka masuk ke area yang gelap dan tidak ada satu pun kendaraan lewat.