Cara Cegah Tabrakan Beruntun

Kecelakaan di JORR Bintaro arah Pondok Indah
Sumber :
  • @untunghbimo @TMCPoldaMetro

VIVA.co.id – Kecelakaan beruntun yang terjadi beberapa waktu lalu di jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Bintaro ruas Pondok Ranji Ulujami, Jakarta Selatan, sempat menyita perhatian publik.

img_title Jaga Kesehatan Mata dan Keselamatan Berkendara, Plaza MINI Health Festival Gandeng JEC Eye Hospitals & Clinics

Kecelakaan tersebut mengakibatkan sebuah mobil Nissan X-Trail berkelir abu-abu naik ke atap bagian depan mobil Volkswagen Scirocco yang datang dari belakangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecelakaan terjadi lantaran Toyota Avanza yang berada paling depan mengurangi kecepatan secara mendadak di jalan menikung, sehingga mobil selanjutnya tidak sempat mengantisipasi.

img_title Pakar Soroti Helm Berlabel SNI

Lantas, bagaimana menghindari kecelakaan beruntun di jalan tol?

Instruktur keselamatan berkendara dari Michelin Academy, Anondo Eko mengungkapkan, biasanya kecelakaan beruntun terjadi karena pengemudi tidak bisa menjaga jarak aman.

img_title Cara Honda Bikin Pengguna Sepeda Motor Aman di Jalan

"Kita harus bisa menjaga jarak aman," kata Anondo kepada VIVA.co.id di Jakarta.

Dia mengatakan, dalam berkendara yang aman, pengendara dianjurkan untuk menjaga jarak minimal tiga detik. Alasannya, dengan rumus ini maka jarak yang terjadi akan sesuai dengan kecepatan, jika pelan maka jarak jadi pendek dan ketika kecepatan tinggi jarak akan menjadi jauh.

"Cara menghitungnya ketika sedang berjalan, kita perhatikan mobil di depan, ketika melewati objek statis di tepi jalan, misalnya pohon. Gambarannya jika kecepatan 100 km/jam, maka jarak amannya 100 meter dan kecepatan 50 km/jam jarak amannya 50 meter," ujarnya.

Anondo menjelaskan, dengan rumus tiga detik ini maka jarak sudah cukup aman. Karena, dari penelitian, ketika berkendara, saat mata melihat sesuatu dan diteruskan ke otak butuh waktu 0,5 detik. Kemudian saat akan menginjak rem butuh 0,5 detik, dan mekanisme rem bekerja perlu 0,5 detik lagi.

Jarak pengereman itu bergantung pada kendaraan Anda, ABS atau non-ABS. Jika non-ABS, dan cara pengereman salah atau roda terkunci panjang, mobil akan tetap meluncur ke depan dengan jarak yang cukup panjang. “Jadi jika jarak kurang, kecelakaan dapat terjadi saat pengereman mendadak," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, tidak hanya menjaga jarak aman pada kendaraan yang berada di depan, namun pengemudi harus dapat menciptakan lingkaran aman saat berkendara.

"Selalu melihat jauh ke depan, hindari gangguan ketika mengemudi dan patuhi rambu lalu lintas yang ada," katanya. (art)

Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro.

Terpopuler: Suzuki XL7 Kuro, Tips Berkendara dan Recall Mobil Listrik

Peluncuran SUV hybrid terbaru, tips keselamatan berkendara, hingga isu recall mobil listrik jadi berita terpopuler di VIVA Otomotif Jumat 19 September 2025.

img_title
VIVA.co.id
20 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut