Kirim Motor ke Kampung, Ini Kisaran Biayanya

Petugas sedang menurunkan motor milik pemudik yang dikirimkan lewat truk di Solo Surakarta, Jumat (1/7/2016). Ribuan motor ini tiba lebih dahulu dibanding pemiliknya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq

VIVA – Sepeda motor hingga saat ini masih menjadi alat transportasi penting bagi masyarakat Indonesia. Dan bukan rahasia lagi, jika pada ritual tahunan mudik Lebaran, banyak yang memilih motor sebagai moda transportasi.

Sederet Selebriti Rayakan Idul Fitri Bersama Keluarga

Namun, tak sedikit pula yang memilih untuk mengirim sepeda motor mereka melalui jasa ekspedisi. Hal tersebut membuat jasa pengiriman sepeda motor ikut meraup untung lebih besar menjelang Lebaran.

Manager Operasional Logistic Pos Indonesia Jakarta Barat, Nisfu mengatakan, biaya pengiriman motor tergantung dari jarak dan motor yang hendak dipaketkan. 

H-1 Lebaran, Pemudik Masih Padati Stasiun Gambir

"Pertama, jarak dan jenis kendaraan. Kami juga lihat berat per kilogram. Jadi, memang ada kategori, seperti motor sport dan bebek. Skutik sama dengan bebek. Kalau harga, sudah ada di sistem. Begitu masukkan kota tujuan, terlihat tarifnya," katanya kepada VIVA, 28 Mei 2018.

Untuk biaya ke Yogyakarta, Pos Indonesia memberikan tarif Rp919 ribu bagi seluruh jenis motor dengan berat mencapai 150 kilogram. Sedangkan, tujuan Semarang Rp917,5 ribu, Surabaya Rp1,215 juta dan Medan Rp1,74 juta.

Survei: Ramadan, Banyak Orang Belanja Online Saat Sahur

"Sudah sama asuransi kerusakan untuk motor. Jawa itu antara 7-14 hari, tergantung jarak. Itu batas maksimal, karena kami armada darat. Sementara ini, kami pakai truk," katanya.

Pegawai PT Herona Ekspress, Yudi mengatakan, biaya pengiriman motor ke wilayah Semarang Rp645 ribu untuk motor 150 cc.

"Kami di sini ada spesifikasinya. 100-200 cc itu naked, 200 cc sampai 350 cc itu sport, 400 sampai ke atas itu moge. Tarifnya kalau moge Rp1,7 juta, Herona enggak ada asuransi. Tiga hari sampai," tuturnya.

Seorang militan Taliban berpelukan dengan tentara Afghanistan di Kunduz - EPA

Taliban dan Tentara Afghanistan Berpelukan saat Idul Fitri

Presiden Ashraf Ghani telah memperpanjang gencatan senjata sepihak.

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2018