Motor Karburator Vs Injeksi, Ini yang Ideal Buat Naik Gunung

Royal Enfield Himalayan Odyssey 2016.
Sumber :
  • Dok: Royal Enfield

VIVA – Perkembangan teknologi pada kendaraan tidak hanya berkutat pada sistem hiburan atau pencahayaan saja, namun juga sektor mesin. Salah satunya yakni sistem pengabutan bahan bakar.

Mengenal Forged Piston, Teknologi Unggulan Yamaha Adopsi dari MotoGP

Saat ini, ada dua sistem pengabutan yang masih diterapkan di sepeda motor, yakni karburator dan injeksi. Sistem yang pertama sudah mulai banyak ditinggalkan, karena dianggap kurang efisien dan tidak praktis.

Sistem injeksi memakai perangkat elektronik untuk mengatur jumlah bahan bakar yang dibutuhkan mesin, sesuai dengan masukan dari sensor. Ada beberapa sensor yang digunakan, seperti sensor udara dan suhu.

Pengguna Mobil yang Terjebak Macet di Puncak Wajib Periksa Ini

Dengan sistem injeksi, maka jumlah campuran bahan bakar dan udara akan selalu mendekati angka ideal, sehingga performa dan efisiensi tetap terjaga. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan.

Viar Vortex 250.

Jasa Stiker Bodi Mobil dan Motor Kini Tak Cuma di Pulau Jawa

Saat dibawa ke wilayah bersuhu dingin seperti pegunungan, perangkat elektronik yang biasa dikenal dengan istilah electronic control unit atau ECU pada motor dapat gagal berfungsi. Sebab, komponen yang digunakan tidak didesain untuk bisa bekerja pada suhu mendekati titik beku.

Hal itu yang mendasari Viar Indonesia untuk meminjamkan motor Vortex 250 versi karburator ke Ketua Komunitas Freeriders, Gunadi, saat ia melakukan perjalanan menuju Pegunungan Himalaya yang berada di elevasi lima ribuan meter di atas permukaan laut.

“Di sana kan dingin banget. ECU sistem injeksi bisa error kalau kena suhu dingin. Kalau pakai karburator kan enggak masalah, tinggal atur pakai obeng,” ujar Marketing Communication Viar Indonesia, Frengky Osmond saat dihubungi VIVA, Senin 27 Agustus 2018. (ren)

Ilustrasi orang tua dan anak di mobil

Catatan Buat Orang Tua, 4 Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil

Agar tidak dibuat repot anak, ada beberapa orang tua yang terpaksa meninggalkan anaknya di dalam mobil saat mengujungi suatu tempat, meski dianggap sebentar.

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2022