Membaca Potensi Amien Rais Nyapres Lagi
- Repro Instagram
VIVA – Acara berbuka puasa bersama di rumah Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Sabtu 9 Juni 2018, berhasil menarik perhatian publik. Bukan karena meriahnya acara atau makanan lezat yang dihidangkan, namun ada sejumlah tokoh di dalam rumah Zulkifli yang membuat pernyataan mengagetkan.
Sementara itu, angin dari negeri Jiran menyampaikan kabar yang mengagetkan. Mahathir Muhammad, politisi senior di Malaysia kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia dalam usia sangat sepuh, 92 tahun pada Rabu 9 Mei 2018.
Melalui Pekatan Harapan, aliansi oposisi yang ia bangun dan mendukungnya, Mahathir kembali ke kursi Perdana Menteri Malaysia, setelah ia tinggalkan selama 23 tahun.
Mahathir yang kecewa dengan Kepemimpinan Najib Razak yang terus didera tuduhan korupsi, memutuskan keluar dari UMNO, komponen partai terbesar di koalisi Barisan Nasional. Ia, lalu mendeklarasikan Partai Bersatu.Â
Mahathir memang piawai. Ia berhasil merekrut sejumlah partai yang selama ini menjadi oposisinya, berbalik mendukungnya. Seperti lupa, mereka yang pernah dipenjara oleh Pengadilan Malaysia di masa Mahathir memimpin, bahkan bersedia kembali menerima Mahathir dan membuahkan kemenangan untuknya.
Najib Razak berhasil didongkel dari kursi kekuasaan. Pakatan Harapan berhasil merebut perhatian publik Malaysia dengan janji-janji yang berkaitan dengan ekonomi, termasuk di antaranya adalah menaikkan upah minimum dari 1.000 ringgit, menjadi 1.500 ringgit.
Ketika Pemilu, Pakatan Harapan meraih 113 kursi dari total 222 kursi parlemen, sehingga melewati ambang batas minimum 112 kursi untuk dapat membentuk pemerintahan baru.
Saat menuju istana untuk pelantikan, Mahathir tak hanya didampingi istrinya. Tetapi, ia juga didampingi oleh para ketua partai yang mendukungnya. Di antara mereka adalah Wan Azizah Ismail, istri Anwar Ibrahim.
Lalu, ada pula Presiden Partai Bersatu, Muhyidin Yasin. Kemudian, ada Sekjen Partai Aksi Demokratik, Lim Guan Eng, dan Presiden Partai Amanah, Mohamad Sabu. Mahathir diambil sumpahnya untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia yang ketujuh oleh Raja Malaysia saat ini, Raja Sultah Muhammad V, pada Kamis 10 Mei 2018. Â
Kemenangan Mahathir yang gemilang, ternyata membawa angin harapan ke Indonesia. Sejumlah tokoh oposisi seperti mendapat secercah harapan, bahwa kemenangan Mahathir menaklukkan Najib Razak yang saat itu kuat berkuasa, juga bisa terjadi di Indonesia yang segera menyelenggarakan hajat besar lima tahunan, yaitu Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2019 mendatang.