Pilpres 2019, 'Rematch' Prabowo Vs Jokowi
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Dalam survei teranyar yang dirilis lembaga Alvara Research Center yang dilakukan pada 20-28 Juli 2018, elektabilitas Jokowi masih mengungguli Prabowo Subianto dengan 48,4 persen, naik dari survei sebelumnya pada bulan Mei yakni 46,8 persen atau meningkat 1,6 persen.
Meskipun masih berada di bawah Jokowi, elektabilitas Prabowo meningkat cukup tinggi. Dari bulan Mei 27,2 persen naik menjadi 32,2 persen atau meningkat 5 persen.
"Jokowi akan bertarung ketat ketika berhadapan dengan Prabowo dibandingkan rival lainnya," kata Chief Research Officer Alvara, Harry Nugroho dalam pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Agustus 2018.
Survei ini menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1.142 responden berusia 17 tahun ke atas. Rentang margin of error sebesar 2,95 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, Indo Barometer pada survei yang dilakukan 15-22 April 2018, dengan melibatkan 1.200 responden, menunjukkan elektabilitas Jokowi sebagai capres masih unggul jauh dibandingkan para pesaingnya, yaitu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Berdasarkan pertanyaan terbuka calon Presiden, top of mind pemilih terhadap calon presiden Joko Widodo 40,7 persen, Prabowo Subianto 19,7 persen, Gatot Nurmantyo 2,7 persen, Anies Baswedan sebesar 2.7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2 persen, Jusuf Kalla 1,2 persen, Zainul Majdi 1 persen, Hary Tanoesoedibjo 1 persen dan Ridwan Kamil 1 persen.
Tak jauh berbeda, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis Mei 2018 lalu, elektabilitas Jokowi sebagai capres masih tertinggi dibanding calon lainnya, termasuk Prabowo Subianto. Jokowi unggul dengan 46 persen dibanding Prabowo dan 12 nama lain.
Namun demikian, tingginya elektabilitas Jokowi menurut LSI Denny JA, tidak lantas di posisi aman, bahkan berpotensi goyah seiring masifnya isu serangan dari partai oposisi.
Terakhir, survei terkait Pilpres 2019 yang dirilis PolMark Indonesia, elektabilitas Jokowi juga masih mengungguli Prabowo. Survei ini diambil di dua wilayah pemilihan, yakni Jawa dan Sumatera.
Survei yang dirilis PolMark merupakan hasil olahan data dari 71 survei polmark research center-polmark Indonesia di tingkat Provinsi, kabupaten dan kota dalam waktu 15 Januari 2016 sampai 11 Juni 2018. Dengan melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2.9 persen.