Pilpres 2019, 'Rematch' Prabowo Vs Jokowi
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Berdasarkan hasil survei elektabilitas Jokowi tertinggi di provinsi Jawa terdapat pada Provinsi Jawa tengah dengan persentase 60.9 persen. Sedangkan elektabilitas terendah Jokowi terdapat pada Provinsi Banten dengan persentase 16.7 persen.
Sedangkan untuk elektabilitas Prabowo di Jawa tertinggi terdapat di Jawa Barat 32.9 persen, dan terendah terdapat di Jawa Tengah 6.6 persen.
Pada Wilayah Sumatera elektabilitas Jokowi tertinggi terdapat pada Provinisi Sumatera Utara 49.9 persen. Adapun elektabilitas Prabowo di wilayah Sumatera tertinggi terdapat pada provinsi Riau dengan persentase 33.6 persen.
Plus Minus
Terlepas dari hasil survei soal elektabilitas capres sebelum pendaftaran di KPU, tentu akan situasinya akan berbeda ketika sudah dipasangkan dengan cawapres. Begitu kedua calon memilih siapa yang menjadi cawapresnya, maka elektabilitas calon akan berubah, seiring dengan potensi yang dimiliki masing-masing cawapres.
Merujuk dua pasang capres-cawapres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, banyak aspek yang perlu dilihat dari siapa pasangan capres tersebut. Jokowi-Ma’ruf yang diusung 9 partai politik, sedangkan Prabowo-Sandiaga dengan 4 partai politik.
Dari sisi KH Ma'ruf Amin, cawapres Jokowi, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Adi Prayitno menilai Ma'ruf punya banyak kelebihan antara lain, merepresentasikan tokoh ulama Islam, yang memiliki warna Islam yang cukup kentara.
"Sisi lemah yang tidak dimiliki Jokowi," kata Adi saat dihubungi VIVA, Jumat, 10 Agustus 2018.
Selain itu, Adi melihat Ma'ruf juga punya pengalaman politik yang cukup panjang, dari anggota DPRD, DPR, sampai MPR. Pernah aktif di Partai Persatuan Pembangunan, dan juga Partai Kebangkitan Bangsa. Partai koalisi Jokowi nyaris tak ada friksi ketika nama Ma'ruf Amin yang dipilih.
Sedangkan kelebihan Jokowi tentu saja adalah posisinya yang merupakan calon presiden petahana. Sementara, Adi melihat Ma'ruf memiliki setidaknya dua kelemahan yaitu elektabilitas dan usia yang sudah sepuh.
Elektabilitas rendah lantaran tidak banyak lembaga survei yang menyertakan nama KH Ma'ruf Amin sebagai kandidat cawapres Jokowi. Nama KH Ma'ruf Amin tidak masuk dalam radar survei Pilpres 2019, walaupun Ketua MUI itu berkali-kali menyatakan kesiapannya jika dipilih sebagai cawapres Jokowi. Â