Pilpres 2019, 'Rematch' Prabowo Vs Jokowi
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Selain itu, kubu Prabowo juga menyoroti soal penegakan hukum. Misalnya saat menyinggung soal kasus Novel Baswedan. Dengan demikian, Adi yakin kontestasi pada Pemilu 2019 ini tidak akan sekeras 2014 dan 2017 saat Pilkada DKI Jakarta. "Mereka sudah meninggalkan jargon-jargon Islam," kata Adi.
Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi memprediksi pertarungan politik di Pilpres 2019 mendatang, akan meninggalkan isu-isu politik identitas yang selama ini kerap digunakan untuk menjatuhkan lawan politiknya.
Harapan itu muncul seiring dipilihnya sosok KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, di sisi lain kubu Prabowo tidak memaksakan memilih cawapres dari kalangan ulama, tapi justru sosok Sandiaga Uno yang akhirnya disepakati oleh partai koalisi.
"Masuknya KH Ma'ruf Amin akan memberikan kesan segan lawan untuk menembak Jokowi dari isu SARA. Sebaliknya di kubu seberang juga tidak memaksakan cawapres ulama karena akan terjadi gesekan di umat Islam," ujar Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan di tvOne, Juat, 10 Agustus 2018.
"Saya punya ekspektasi isu politik SARA, isu abad pertengahan itu akan dibuang, diganti dengan isu-isu yang lebih rasional," imbuhnya. Semoga saja.