Menebak Pasukan Tempur Jokowi Vs Prabowo
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
VIVA - Dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum pada Jumat, 10 Agustus 2018, lalu. Perkembangan terbaru, mereka sudah dinyatakan lolos tes kesehatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.
Kini, mereka tinggal menunggu hasil verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif. Bila ada kekurangan, mereka masih bisa melakukan perbaikan-perbaikan.
Sampai 20 September 2018, KPU akan menetapkan dan mengumumkan capres-cawapres. Sehari kemudian, lembaga tersebut akan menetapkan nomor urut bagi mereka.
Setelah itu, baru KPU meresmikan masa kampanye mulai 23 September 2018, dan berakhir pada 13 April 2019. Pertanyaan menariknya, siapakah yang masuk komposisi tim sukses atau tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tersebut?
Meskipun capres-cawapres belum ditetapkan dan masa kampanye belum dibuka, pembicaraan mengenai tim kampanye mereka sudah mengemuka. Sejumlah nama besar pun disebut layak menjadi 'panglima perang' bagi kedua belah pihak.
SBY sampai Djoko Santoso
Di kubu Prabowo, nama Djoko Santoso sepertinya akan masuk bahkan disebut-sebut sebagai pimpinan tempurnya. Mantan Panglima TNI itu saat ini merupakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.
Informasi mengenai nama Djoko itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Menurut Edhy, pertimbangannya karena Djoko seorang tokoh nasional yang punya pengalaman dan kemampuan.
"Pak Prabowo sudah menunjuk kemungkinan Pak Djoko, tapi belum diputuskan karena kan kami harus konsultasikan dengan partai koalisi lainnya," kata Edhy.
![]()
Edhy menyebut tim pemenangan Prabowo-Sandi memang diisi gabungan dari para tokoh besar, para ketua umum parpol dan tokoh masyarakat. Yang pasti, kata dia, Prabowo sudah mengantongi nama-nama mereka.
Saat ditanyakan kesediaannya memimpin tim sukses Prabowo-Sandi, Djoko sendiri sama sekali tidak menyatakan penolakannya. Dia bersedia, dan siap menjalankan tugas itu dengan maksimal.
"Ya namanya tentara ya siaplah. Tidak ada yang tidak siap kalau untuk negara yah," kata Djoko di depan kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa 14 Agustus 2018.
Bagi Djoko, memimpin tim pemenangan itu seperti pengendalian operasi dalam militer. Dia menegaskan latar belakangnya sebagai mantan panglima sudah biasa mengendalikan operasi-operasi.