Bebas, Mau Apa Lagi Ahok?
- Repro Instagram
Baca: Unggah Foto Jokowi dan Ahok, Fadli: Sejarah Simpan Misteri
Meski ia tak menampik figur Ahok masih jadi daya tarik untuk pemilih tertentu. Kata dia, Ahok punya basis pendukung yang menjadi suara. Namun, hal ini tak menjadi acuan untuk dimasukkan ke dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Kami enggak mau berandai-andai kemana Pak Ahok. Itu hak beliau sebagai warga negara yang merdeka," ujar Arsul.
Kartu truf atau bola mati
![]()
Pasca menghirup udara bebas, Ahok mencuat dikaitkan dengan politik akan bergabung dengan PDIP dan membantu Jokowi di Pilpres 2019. Namun, dinamika politik tak ada yang pasti. Bila Ahok pun bergabung maka tak menjadi acuan bisa mendongkrak PDIP dan Jokowi.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menganalisis kemunculan Ahok akan menguatkan soliditas pendukung Jokowi. Sebab, sulit membayangkan Ahok bergabung memberikan dukungan untuk capres rival Jokowi, Prabowo Subianto.
"Ahok ini punya die hard fans yang cukup besar. Riilnya sulit membayangkan pemilih Pak Ahok akan memilih Prabowo," kata Rico kepada VIVA, Kamis, 24 Januari 2019.
Baca: Detik-detik Ahok Bebas dari Rutan Mako Brimob
Rico pun memprediksi bila memang Ahok kembali ke politik, maka yang punya 'kedekatan' adalah PDIP. Selain itu, PDIP punya kader seperti Jokowi. Ia membaca kemungkinan kecil bila Ahok bergabung di luar PDIP.
Namun, ia melihat isu Ahok ini yang diuntungkan PDIP, bukan Jokowi. Bagi dia, efek Ahok lebih menguatkan PDIP. "Dia hanya memperkuat soliditas internal pendukung Jokowi. Tapi, yang untung PDIP bukan Jokowi," tutur Rico.
Baca: Ahok Lebih Paham Apa Rencana Karirnya ke Depan
Pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno menilai kembali munculnya Ahok memang lebih punya chemistry dengan PDIP dan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. Kembalinya Ahok ini menurutnya memang sudah ditunggu loyalis pendukungnya. "Comeback Ahok di politik tentu ditunggu para loyalisnya minimal mereka tidak golput di Pemilu 2019," tutur Adi kepada VIVA, Kamis, 24 Januari 2019.
Kemudian, ia menekankan jika memang kembali berpolitik maka tak mudah menghapus jejak penodaan agama. Hal ini bisa menjadi bola mati bukan kartu truf yang harus menjadi catatan TKN Jokowi-Ma'ruf.