Manuver Demokrat Bubarkan Koalisi
- Abror Rizki
"Sebagai pemimpin, mereka harus memikirkan keselamatan bangsa dari ancaman potensi konflik di antara sesama warga. Mustahil mereka tidak tahu atau tidak merasa bahwa ada polarisasi yang runcing di akar rumput yang menyimpan potensi benturan," ujar Rachland.
Manuver Demokrat untuk Siapa?
Tanah merah tempat Ani Yudhoyono dimakamkan mungkin belum kering dan masih penuh timbunan bunga ketika Prabowo Subianto datang menemui mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan duka cita. Usai bertemu SBY, Prabowo lalu berbicara kepada wartawan soal Ani Yudhoyono yang konsisten memilihnya dalam dua Pilpres, 2014 dan 2019.Â
Pernyataan Prabowo membuat gestur SBY berubah. Ia buru-buru melakukan klarifikasi. SBY mengatakan, pernyataan Prabowo tidak pada tempatnya. Sebab, ia masih merasa berduka cita dan sangat kehilangan. Tidak elok membicarakan politik di tengah situasi yang penuh duka itu.Â
Perbedaan pendapat Partai Demokrat dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga Koalisi Adil Makmur seperti tak pernah usai. Nyaris dua bulan berlalu sejak Pemilu 2019 digelar.
Politik pascapilpres nyaris tak pernah turun tensi. Situasi itu memang terlihat di sebagian parpol pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setelah kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dukungan sebagian parpol koalisi pada pasangan Prabowo-Sandi terlihat menyurut. Terutama Partai Demokrat, yang sejak awal bergabung acap terlibat beda pendapat dengan yang didukungnya.Â
Hanya berselang hari setelah Prabowo menyatakan pilihan Almarhumah Ani Yudhoyono kepadanya, kader partai berlambang bintang mercy kembali melakukan manuver. Di hari raya Idul Fitri, beredar foto dua anak SBY dan menantunya bersama Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan Prananda.
Tapi, hingga tulisan ini diturunkan belum terlihat foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Prabowo atau Sandiaga.Â
Tak selesai dengan foto itu, pada Kamis, 6 Juni 2019, politikus Partai Demokrat, Andi Arief, melalui akun Twitternya meminta koalisi 02 berhenti menyalahkan SBY, AHY, dan Partai Demokrat sebagai penyebab kekalahan mereka. Andi menyebutkan, kekalahan Prabowo-Sandi terjadi justru karena tak mau mendengarkan saran dari Demokrat, agar tak memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Â