Ambisi Alibaba di Asia Tenggara
- Reuters
Laman Tech Crunch mengatakan, berdasarkan informasi dari mantan dan juga karyawan Rocket Internet di Asia Tenggara, Lazada sebenarnya sudah mendapatkan suntikan dana US$700 juta dari investor.
Tapi uang tunai tersebut habis untuk dikelola guna pengembangan pasar di enam negara di kawasan tersebut. Namun, siasat itu akhirnya tak sesuai dengan harapan pada akhir 2015 bisa menutup kerugian.
Sumber yang dikutip Tech Crunch mengatakan, penghujung 2015, eksekutif Lazada panik karena perusahaan telah kehabisan uang, dan keuangan perusahaan tak sehat.
Melihat kondisi yang kian genting tersebut, Rocket Internet pun langsung bergerak menyelamatkan perusahaan. Bersama dengan Kinnevick, investor Lazada asal Swedia, Rocket Internet mencari peluang menyelamatkan Lazada.
Pencarian itu akhirnya berlabuh pada Alibaba. Pada akhir 2015, perusahaan Tiongkok itu menyatakan minat serius dan menandatangani tahapan akuisisi pada Januari 2016.
Saat itu, ada dua opsi yang dilakukan untuk akuisisi, yaitu akuisisi penuh (full out) atau investasi mayoritas strategis. Alibaba akhirnya memilih opsi terakhir setelah melalui proses beberapa bulan. Alibaba memilih opsi kedua, meskipun sebenarnya perusahaan yang didirikan Jack Ma itu ingin punya ambisi jangka panjang dengan Lazada.
Dampak bagi Indonesia
Aksi korporasi yang dilakukan Alibaba dan Lazada itu mengundang perhatian dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Ketua Mastel, Kristiono mengatakan, pembelian saham Lazada oleh Alibaba akan memengaruhi secara signifikan terhadap industri e-commerce, termasuk di Indonesia.
Latar belakang Alibaba sebagai raja e-commerce, terbukti telah menguasai pasar Tiongkok. Dengan mengakuisisi Lazada, maka akan memperkuat kekuasaan Alibaba di luar Tiongkok.
"Efeknya pasti besar sekali, karena kita tahu Alibaba itu e-commerce besar di dunia. Akuisisi Lazada sebagai pemimpin marketplace di Asia Tenggara akan memberikan impact. Bagi Alibaba, ini akan jadi footprint di market Asia Tenggara, di mana mereka telah menguasai Tiongkok," ujar Kristiono kepada VIVA.co.id ditemui di Gedung WTC, Jakarta, Rabu, 13 April 2016.
Dengan menguasai kepemilikan Lazada, Alibaba akan dengan mudahnya melakukan pemasaran atau pengiriman barangnya di kawasan ASEAN, termasuk di Tanah Air.