Ide Baru, Anggota DPR Disekolahkan

Gedung DPR-MPR.
Sumber :
  • VivaNews/ Nurcholis Lubis

VIVA.co.id - Kinerja para anggota DPR selalu mendapat sorotan bahkan kritik dari publik. Selain target yang sering tidak terpenuhi, kualitas undang-undang yang dihasilkan juga tidak mumpuni. Tak jarang, mereka malah tersandung masalah di luar tugas seperti soal narkoba, kekerasan, sampai kasus dengan perempuan.

img_title Ada Lomba Bikin Kartun Nabi Muhammad, Hadiahnya Rp148 Juta

Situasi tersebut membuat Ketua DPR, Ade Komarudin, berinisiatif mengusulkan lembaganya mengadakan sekolah parlemen bagi para anggota Dewan. Ade menyadari peningkatan kualitas anggota DPR merupakan tugas partai politik. Namun, dia tetap mengusulkan karena melihat sisi positifnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak tumpang tindih, karena begitu mau masuk Dewan, tetap yang bersangkutan membutuhkan pendidikan. Persiapan menjadi anggota parlemen yang baik," kata Ade di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016.

img_title Sekolah Parlemen Bisa Dianggap Penghamburan Anggaran

Ade menuturkan bahwa materi dalam sekolah parlemen tersebut berisi tentang fungsi legislasi, bagaimana pembahasan undang-undang, fungsi pengawasan, hingga fungsi anggaran. Materi tersebut akan diberikan oleh para mentor yang paham, di antaranya para anggota Dewan yang lebih dulu terpilih.

"Jadi setelah selesai sekolah, mereka jadi siap tempur," kata politikus Partai Golkar itu.

img_title Ketua DPR Soroti 'Isi Kepala' Politisi

Ade mengklaim sekolah itu akan meningkatkan kualitas para anggota Dewan yang telah terpilih. Apalagi, mereka sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari partai masing-masing.

"Kalau kita mendidik dengan kualitas dari awal nilainya enam, begitu dididik dengan sistem yang baik di sekolah yang kita siapkan. Saya yakin bisa bikin nilai yang bersangkutan jadi delapan bahkan sembilan," paparnya.

Tokoh yang akrab disapa Akom itu meyakini pembentukan sekolah parlemen tidak akan menjadi beban negara yang sedang melakukan pengetatan di semua sektor pengeluaran keuangan. Mereka bisa mewujudkannya dengan memanfaatkan fasilitas yang selama ini dimiliki DPR.

"Selama ini kan ada Wisma Kopo, kita alih fungsikan jadi kampus. Kemudian untuk persiapan para dosennya tidak banyak. Dengan biaya yang sangat minim, kita ingin tingkatkan kualitas anggota Dewan," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beda dengan Parpol

Ade menegaskan bahwa sekolah itu nantinya akan seperti kampus pada umumnya. Selain itu juga tak memerlukan biaya dan dosen yang banyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut