Amendemen Konstitusi untuk Menguatkan DPD, Perlukah?

Ketua DPD terpilih Mohamad Saleh (tengah) mengangkat palu sidang seusai dilantik menjadi Ketua DPD di Gedung Nusantara V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/agr/Izaak

"Jadi energi makin banyak karena ada mekanisme yang bertambah. Tapi DPD tetap tak punya kewenangan membuat keputusan apa-apa. Kuncinya cuma DPD amandemen kelima atau bubar. Jadi kembali ke utusan daerah, sehingga DPD tak usah berkantor," kata Jimly.

img_title Lelang Jabatan Sekretaris Jenderal DPD Dinilai Bermasalah

Menurutnya, kalau DPD tidak ada usaha ekstra maka bisa jadi bubar. Bisa jadi amandemen konstitusi kelima bukannya justru mau menguatkan DPD tapi malah ingin membubarkan DPD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin ada perubahan kelima tapi perubahan kelima justru mau membubarkan DPD. Kita renungkan bersama. Maka masalah internal Anda, selesaikan secara internal. Ini bukan masalah jabatan tapi masalah negara yang serius," katanya menambahkan.

img_title Ketua DPR Diminta Mediasi Polemik Legalitas Caleg DPD

Persoalannya, ia menilai pentingnya posisi DPD saat ini menjadi simbol perwakilan rakyat daerah. Sebab partai politik dianggap tak cukup bisa mewakili semua rakyat.

"Saya usulkan mungkin perlu dibentuk tim dari tokoh-tokoh di luar DPD untuk membantu bagaimana agenda komunikasi dengan partai-partai penentu keputusan politik. Supaya agenda amendemen bisa diterima," kata Jimly.

img_title DPD RI Tegaskan Tak Ada Upaya Kriminalisasi KPU

Ia menilai, tim ini bisa berkomunikasi dengan para tokoh partai politik agar masalah kenegaraan Indonesia bisa beres. Ia mengusulkan mantan ketua DPD pertama Ginandjar Kartasasmita juga masuk ke dalam tim ini.

"DPD tak boleh bubar. Sebab ini simbol perwakilan daerah. DPD simbol kepentingan otonomi daerah. Otonomi daerah harga mati sama dengan NKRI.”

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (kanan) saat bersilaturahim ke Rais Aam NU Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachussunnah di sela-sela kegiatan resesnya di Surabaya, Senin, 21 Februari 2022.

La Nyalla Minta Doa Rais Aam NU, Bilang Demokrasi RI Perlu Dikoreksi

La Nyalla Mahmud Mattalitti menemui Rais Aam NU dan memaparkan alasan upayanya untuk memperjuangkan ketentuan presidential threshold nol persen.

img_title
VIVA.co.id
21 Februari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut