Di Balik Bergesernya Jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi
- Istimewa
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto, menjelaskan lebih mendalam bagaimana tanah di atas pilar penyangga jembatan itu bisa bergeser.
"Ada pergerakan di kaki pilar. Karena tinggi pilar (jembatan) 40 meter, pergerakan sedikit saja di atas akan besar (dampaknya)," kata Arie.
Namun, Arie memastikan jika secara keseluruhan pergeseran ini masih dapat ditoleransi. Ia menilai batas berat kendaraan yang di dalam desain awal jembatan hanya dibatasi hingga 40 ton, kerap dilanggar oleh para pengendara truk yang berat totalnya mencapai 50 ton-80 ton.
"Secara umum masih dalam toleransi. Kan struktur itu punya keamanan sendiri. Bebannya masih ringan, tidak akan ada kerusakan lebih. Walaupun di dalam desain hanya batasi 40 ton, tapi truk di sana itu lebih dari 50 ton-80 ton. Jembatan sehat pun akan jadi rusak. Nah ini yang harus kita hindari," ujarnya.
Selain itu, Arie juga menjelaskan jika jembatan-jembatan yang masuk pengamatan pihaknya, umumnya mengalami pengikisan pilar akibat arus air sungai yang mengalir di bawah jembatan.
"Dari sekitar enam ribu jembatan yang kami amati, kebanyakan pilarnya tergerus arus sungai yang tinggi. Ini agak susah diprediksi. Awalnya aman, tapi karena kondisi tergerus terus ya akhirnya seperti itu," kata Arie.
Hingga kini, tim evaluasi telah dikirimkan ke titik lokasi jembatan yang bergeser itu. Diharapkan, dengan pembatasan gerak, kondisi Jembatan Cisomang itu tidak semakin memburuk.
Arie juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang, dan menghindari jalur yang dirasa kurang aman, dalam perjalanan liburan menjelang Natal dan Tahun Baru ini.
"Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa menjaga keselamatan berkendara, khususnya dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini," ujarnya.
Bahaya jembatan bergeser
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan akan menakar kapasitas jembatan yang bergeser tersebut, untuk mengantisipasi volume kendaraan yang akan melintasinya.
"Kita akan koordinasikan. Sekarang Dirjen Darat ada di sana untuk koordinasikan berapa kapasitas yang dimungkinkan (untuk melintas). Ini memang harus dikalkulasi dengan baik," kata Budi saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat.