Heboh FPI Dilatih TNI
- Yandi Deslatama/VIVA.co.id
"Bersama ini perlu disampaikan bahwa seluruh kegiatan latihan tersebut bukanlah latihan militer, tetapi latihan bela negara," kata dia, melalui pesan singkat, Minggu, 8 Januari 2017.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi terhadap Dandim Lebak, ditemukan kesalahan prosedur, yaitu Dandim tidak lapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara tersebut.
Prosedur yang seharusnya ditempuh yakni harus memperoleh persetujuan hierarki, yakni Dandim 06/03 Lebak terlebih dahulu harus melapor kepada Danrem 064/Maulana Yusuf, dan dilanjutkan ke Kodam III Siliwangi.
"Pangdam III Siliwangi memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Dandim Lebak, yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat yang baru," kata Letkol Desi.
Masalah Prosedural
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra, menegaskan pelatihan bela negara merupakan hak setiap warga negara, termasuk organisasi masyarakat. Tapi, bela negara yang dilatih oleh TNI ini pada dasarnya bagi mereka yang mencintai negaranya.
"Kalau ada ormas tidak pro Pancasila, (tidak) pro UUD 45, (tidak) pro Bhinneka Tunggal Ika, akan saya pertimbangkan itu (untuk melatih). Ormas manapun berhak membela negara, yang tidak pro NKRI tidak akan saya latih," kata Mayjen Herindra.
Menurut Herindra, TNI dengan sukarela akan memberikan pelatihan bela negara kepada warga negara atau kelompok masyarakat, yang dengan sadar mencintai negaranya dan ingin bersama TNI mempertahankan NKRI dari ancaman kedaulatan.
"Untuk belajar (bela) negara bisa dilakukan setiap warga negara, termasuk LSM. Tentunya LSM yang pro NKRI, pro Pancasila, pro UUD 45, pro Bhinneka Tunggal Ika, itu yang akan kita latih," kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
Apa saja materi pelatihan bela negara itu? Pangdam Siliwangi kemudian membeberkan isi materi pelatihan Bela Negara yang melibatkan Kodim Lebak dengan Front Pembela Islam (FPI). Menurut Herindra, materi latihan tak hanya berisi pelatihan fisik semata.
"Materi bela negara, wawasan kebangsaan, dan Pancasila," kata Herindra.
Pangdam Siliwangi menceritakan bahwa lokasi pelatihan bela negara yang dilakukan FPI bersama TNI berada di salah satu pondok pesantren. Namun pihaknya enggan menjelaskan lebih lanjut.