Wiro Sableng Goes to Hollywood
- instagram.com/vinogbastian__
VIVA.co.id – Wiro Wiro Sableng....
Sinto Sinto Gendeng....
Wiro Murid Sableng....
Sinto Guru Gendeng...
Muridnya sableng....
Gurunya gendeng....
Penggalan lirik di atas sudah tak asing lagi di kalangan generasi 90-an. Masih ingat dengan Wiro Sableng? Jagoan fiksi yang terkenal dengan pakaian serba putih dengan bagian dada yang terbuka dan torehan tato yang khas, 212.
Lama menghilang dari layar kaca, Wiro Sableng masih dikenang sebagai salah satu tontonan seru di era 90-an. Tingkah edan Wiro Sableng tak jarang mengocok perut. Kesaktiannya pun sering kali membuat penonton terpukau. Dengan setting zaman kerajaan lampau di Indonesia, Wiro Sableng bukan hanya sekadar menawarkan hiburan semata, melainkan edukasi terhadap budaya dan tradisi rakyat dahulu kala.
Menjadi legenda di masa lalu, superhero ala Indonesia ini konon akan segera naik layar lebar. Tak tanggung-tanggung, film baru yang diberi judul Wiro Sableng 212 ini akan digarap oleh Lifelike Pictures dan juga Fox Internasional Productions. Seperti apa konsep Wiro Sableng 212 versi film? Seberapa jauh persiapannya dan bagaimana keterlibatan Fox dalam proyek ini?
Pria Edan yang Sakti
Tokoh fiksi Wiro Sableng berasal dari novel serial yang ditulis oleh Bastian Tito. Sang penulis yang tak lain adalah ayah dari aktor Vino G Bastian menulis kisah Wiro Sableng sejak tahun 1967 hingga akhir hayatnya di tahun 2006. Wiro belajar beladiri dari berbagai guru selama petualangannya. Namun guru yang mendidiknya sejak ia bayi bernama Sinto Gendeng.
Wiro yang punya nama lahir Wira Saksana itu punya senjata yang khas, salah satunya adalah Kapak Maut Naga Geni 212. Kapak tersebut memiliki dua mata yang tajam dengan kepala naga jadi pangkalnya. Sementara angka 212 itu sendiri punya makna tentang kehidupan manusia yang tak lepas dari unsur duniawi dan ketuhanan. Karena itulah, terlepas dari sosoknya yang 'sableng', Wiro punya pribadi yang bijaksana dan disukai banyak gadis cantik.
Kisah Wiro Sableng tertuang ke dalam 185 judul yang punya aneka cerita menarik masing-masing. Berdasarkan catatan yang tertulis di Wikipedia, judul paling laris adalah Guci Setan yang terjual hingga lebih dari 924 ribu eksemplar pada tahun 1994 dan Makam Tanpa Nisan yang laris lebih dari 921 ribu pada tahun 1989.