Menyoal Pengusiran Paksa Penumpang Pesawat

Protes aksi kekerasan di United Airlines.
Sumber :
  • REUTERS/Kamil Krzaczynski

Meski begitu, ia keukeuh menolak untuk mundur. Munoz berdalih bahwa ia dipekerjakan oleh perusahaan untuk membuat United Airlines menjadi lebih baik. "Dan, kami telah melakukan itu. Inilah yang akan kami terus lanjutkan," katanya.

img_title Maskapai Penerbangan Ini Akan PHK 36 Ribu Pekerja

Belum juga selesai tindakan pengusiran penumpang itu, perusahaan penerbangan berkode emiten UAL.N tersebut lagi-lagi melakukan hal serupa. Kali ini yang menjadi korban adalah sepasang calon pengantin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Michael Hohl dan Amber Maxwell, pada Sabtu, 15 April lalu, hendak terbang dengan menggunakan maskapai tersebut, seperti dikutip situs Reuters. Saat memasuki kabin pesawat, mereka terkejut karena menemukan kursi mereka telah diisi dengan penumpang lain yang tertidur dengan posisi terlentang.

img_title Pulau Tempat Tinggal Pangeran Harry di Kanada Diguncang Gempa

Melihat kejadian ini, Hohl meminta awak pesawat untuk memindahkan tempat duduk mereka beberapa baris di depan kursi asli mereka. Namun, pihak maskapai menolak dan mengatakan bahwa tempat tersebut adalah kursi "ekonomi plus" dan meminta mereka untuk kembali ke tempat duduk mereka semula.

Akan tetapi, pernyataan berbeda diungkapkan pihak maskapai yang menyebutkan bahwa pasangan itu berulang kali mencoba untuk duduk di kursi yang lebih mahal dan tidak mau membayar lebih.

img_title Demi Lolos Tes Narkoba, Wanita di AS Kirim Urine Anjing Peliharaan

Selain itu, mereka disebut tidak mau mengikuti instruksi awak pesawat. Atas insiden tersebut, pihak maskapai dengan dibantu petugas keamanan bandara memaksa pasangan calon pengantin ini untuk turun dari pesawat.

Transaksi pembelian tiket Air Canada di Toronto.

Seorang penumpang melakukan pengecekan tiket.

Mereka akhirnya melakukan pemesanan ulang untuk terbang keesokan harinya. Tak hanya AS, tetangganya, Kanada, setali tiga uang. Brett dan Shanna Doyle, dibuat senewen gara-gara anaknya, Cole Doyle (10), tidak mendapatkan kursi di maskapai penerbangan Air Canada.

Padahal, mereka sudah memesan tiket dan membayar penuh sebulan sebelum keberangkatan. Mulanya mereka mencoba untuk melakukan proses check-in pada 15 Maret lalu, sebelum keberangkatan secara online untuk anaknya.

Selanjutnya, Kompensasi Mubazir

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kompensasi Mubazir

Namun, informasi yang didapat dari pihak bandara bahwa sudah tidak ada lagi kursi yang tersedia untuk Cole. Terlebih, keluarga Doyle tengah bersiap-siap untuk berlibur ke Kosta Rika melalui Montreal dari Charlottetown, Prince Edward Island.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut