Mewarisi Roh Komedi Warkop DKI
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
VIVA.co.id – Om Indro tak pernah kehilangan semangat tiap kali bertutur kisah tentang para sahabatnya di masa lalu. Sorot matanya masih menyala, menutupi kantuk yang menggelayut. Suaranya pun tak pernah memudar tiap kali bicara masa lampau. Sang legenda komedi ini tak pernah kehabisan kata jika bicara soal kebanggaannya, Warkop DKI, dahulu dan kini.
Om Indro, begitu sapaan akrabnya, berpose garang bak seorang rockstar saat Tora Sudiro membidik kamera ponsel ke arahnya. Wajahnya tampak letih namun berusaha ditutupinya. Dia tertawa di sela-sela canda bersama para juniornya, Vino dan Tora. Tak jelas apa yang dibicarakan, tapi mereka tampak saling berusaha mengusir lelah yang dirasa.
Indro, Vino G Bastian, dan Tora Sudiro berkesempatan menyambangi kantor VIVA.co.id, Rabu, 23 Agustus 2017. Para aktor ini memang tengah menghiasi laman-laman kanal hiburan media massa dengan aktivitas promosi film mereka, Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Part 2. Sejumlah aktivitas unik pernah mereka lakukan, mulai dari jualan kopi, tahu bulat, hingga jadi pasukan oranye membersihkan kampung orang. Tak dimungkiri, mereka lebih terlihat seperti sedang kampanye politik dibanding promosi film.Â
Jadwal kunjungan media tak kalah padatnya. Rasanya lelah, bahkan hanya dengan membayangkannya saja. Tapi mereka tak ingin rasa lelah ikut menguasai kami juga. Indro, Vino, dan Tora duduk santai siap menerima rentetan pertanyaan kami. Tak sabar rasanya untuk segera mengulik kisah di balik perjalanan Warkop DKI Reborn kali ini.
![]()
Warkop DKI Reborn Part 2 Lebih Misterius
Apa perbedaan film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 dan 2 ini?
Indro:Â Pertama itu prolog, nostalgia dan yang kedua itu sudah masuk ke dalam cerita. Di sini (Part 2) kita mulai sedikit perkenalannya, jadi filmnya lebih liar, lebih bermain. Lebih gila dari yang pertama.
Vino: Part 2 ini lebih berisi. Kenapa sih judulnya Jangkrik Boss? Lalu perannya Om Indro yang kayaknya disimpen (di Part 1), akan diungkap di sini. Selain itu juga, lebih berani improvisasi, lebih nge-blend. Genrenya part 2 ini lebih banyak juga, ada horor, petualanga, dan komedi.