Tumbang di Tangan Rakyat

Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe
Sumber :
  • REUTERS/Tiksa Negeri

Mereka yang Tergusur karena Desakan Publik

img_title Terapkan Hak untuk Hidup, Zimbabwe Hapus Hukuman Mati

Mugabe bukan satu-satunya pemimpin negara yang mampu berkuasa hingga puluhan tahun. Tapi, sebagaimana yang dialami Mugabe, mereka yang berkuasa selama puluhan tahun biasanya berakhir dengan tragis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses perpindahan kekuasaan menjadi keras dan melibatkan militer. Nasib mereka setelah berkuasa biasanya juga mengenaskan. Berakhir sebagai tahanan rumah, diusir, bahkan tewas. Berikut contoh dua pemimpin yang mengalami nasib seperti Robert Mugabe:

img_title Meet Vadoma Tribe: African People with Ostrich Feet

Ferdinand Marcos
Filipina memiliki sejarah yang sama di masa Presiden Ferdinand Marcos. Ia menjabat sebagai Presiden Filipina selama 21 tahun. Selama menjalankan masa kepresidenan, Marcos dikenal sebagai diktator yang sangat ambisius.

Ia melakukan berbagai cara untuk melanggengkan kekuasaannya. Puncak kejenuhan publik Filipina pada Marcos terjadi pada 1983, ketika Benigno Aquino, tokoh oposisi Filipina tewas terbunuh.

img_title Mengenal Suku Vandoma, Warganya Punya Kaki seperti Burung Unta

Tudingan mengarah pada Marcos. Ia dianggap memiliki andil dalam tewasnya Benigno. Sejak itu, perlawanan rakyat Filipina pada Marcos mulai menguat.

Tahun 1986, Marcos untuk keempat kalinya terpilih menjadi Presiden Filipina. Tapi, rakyat tahu, pemilihan itu penuh kecurangan. Maka penolakan pada Marcos terus membesar.

'Kekuatan Rakyat' yang dipimpin oleh Corazon Aquino, istri mendiang Benigno Aquino, berhasil melengserkan Marcos. Setelah 21 tahun menguasai Filipina, Marcos dan Imelda, istrinya, terusir dari Filipina.

Moammar Qaddafi
Pada 1969, Moammar Qaddafi menjadi penguasa Libya setelah merebut kekuasaan melalui kudeta militer. Ia digulingkan pada 2011, atau 42 tahun setelah ia berkuasa.

Gerakan kebangkitan Dunia Arab dianggap sebagai salah satu pemicu yang membuat posisi Qaddafi menjadi goyah. Publik Libya yang lelah mulai melancarkan demonstrasi menentang kepemimpinannya.

Sejak Februari 2011, gerakan menentang Qaddafi mulai meluas dan menyebar ke seluruh negeri. Tapi Qaddafi menghadapinya dengan kekerasan.

Ia mengirimkan militer untuk menyerang demonstran. Aksi massa meluas. Kekuatan Qaddafi melemah ketika loyalisnya mulai terkepung oposisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang saudara di Libya tak terhindarkan. Agustus 2011, Qaddafi mulai hidup di persembunyian. Tapi situasi itu tak bertahan lama.

Dua bulan kemudian, pada Oktober 2011, tempat persembunyiannya ditemukan. Ia ditemukan di Sirte, kota kelahirannya. Namun, ia tewas dalam penyergapan bersama anak dan seorang menterinya. (art)

Ilustrasi kapal terbalik.

Korban Tewas Kapal Terbalik di Zimbabwe Bertambah Jadi 68 Orang

ZRP menginformasikan kepada masyarakat Zimbabwe dan para pemangku kepentingan terkait bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal Badan Infrastruktur Pedesaan.

img_title
VIVA.co.id
16 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut