Viva.co.id: Berita Hari Ini Terbaru Terkini dan Terpopuler

img_title

Dra. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum

8 Maret 1948
s/d
Sekarang
img_title img_title
Aktivitas Sinta Nuriyah Wahid tak bisa dipisahkan dengan suaminya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Aktivitasnya terlihat sejak mendampingi Gus Dur sebagai aktivis, pemikir, ketua PBNU, hingga menjadi Presiden RI ke-4. Meskipun Gus Dur telah meninggal, Sinta tetap konsisten seperti suaminya yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebebasan beragama.

Perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini menikah denganm Abdurrahman Wahid pada tanggal 11 September 1971 dan dikaruniai 4 anak; Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus (Nita), Inayah Wulandari (Ina).
   
Sinta dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Bahkan pendidikan dasar hingga menengah tak jauh dari lingkungan agama. Puncaknya, ia mengikuti pendidikan pesantren mualimat khusus perempuan.

Memasuki usia remaja. Dia dijodohkan dengan anak kiai besar Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kisah cinta Sinta dengan Abdurrahman Wahid ini menarik. Gus Dur merupakan gurunya ketika belajar di Muallimat. Mereka dijodohkan oleh Kiai Fatah, pamannya Abdurrahman Wahid. Gus Dur segera mengiyakan tawaran itu. Namun, Sinta belum bersedia lantaran trauma dengan salah seorang guru yang pernah meminangnya ketika dia masih berusia 13 tahun.

Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman. Namun, akhirnya Sinta mulai simpati kepada Gus Dur setelah saling berhubungan melalui surat, melalui surat-surat itulah Sinta bisa mengetahui kepribadian Gus Dur yang lembut dan tajam pikirannya.

Setelah sekian lama bertukar surat, Gus Dur pun melamarnya, namun Sinta masih bimbang, tapi lama-lama kelamaan akhirnya dia memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan 1966, Gus Dur meminangnya, dan keduanya lalu bertunangan.

Dua tahun kemudian, September 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Sinta. Tapi pernikahan keduanya bisa dibilang unik. Sebab Gus Dur berada jauh di Kairo, Mesir, sekitar 12.000 kilo meter dari Jombang, Jawa Timur, Indonesia, tempat Sinta Nuriyah berada. Karena Gus Dur tidak bisa datang saat pernikahan, akhirnya dia diwakili kakeknya, Kiai Bisri Syansuri yang berusia 81 tahun dan membuat heboh tamu undangan.

Keduanya sepakat bakal menikah lagi setelah sama-sama lulus kuliah. Dan benar saja, sepulang dari Mesir, yang pertama dilakukan oleh Gus Dur adalah nikah lagi dengan gadis yang dicintainya Sinta Nuriyah.

Semasa muda Sinta pernah berprofesi sebagai wartawan di Majalah Zaman antara tahun 1980-1985 dan berhenti karenaa majalahnya ditutup. Lalu berpindah membantu Syu'ban Asa di majalah TEMPO.
   
Ia aktif sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan bergabung dalam beberapa organisasi, yaitu menjadi anggota Kongres wanita Indonesia (Kowani) dan anggota Komite Nasional Kedudukan wanita Indonesia (National Commission on the Status of Women).

Aktivitas Sinta tak jauh berbeda dengan suaminya yang lebih super sibuk lagi dalam hal berorganisasi. Sinta selalu mendampingi suaminya dengan setia. Tak hanya menjaga fisik, tapi juga ikut membantu dan memahami pemikiran-pemikiran Gus Dur yang acap kali dibilang "kontroversial".

Mulai mendampingi Gus Dur sebagai aktivis, pemikir, ketua PBNU, hingga menjadi Presiden RI ke-4. Sinta tetap konsisten seperti suaminya yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebebasan.

Bersama organisasi-organisasi perempuan, seperti ditulis di situs yayasannya, Sinta mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati yang memiliki arti "Pesantren Untuk Pemberdayaan Perempuan" pada 3 Juli 2000, namun baru beroperasi pada tahun 2001, untuk menghindari menghindari kemungkinan timbulnya persepsi buruk di masyarakat, sebab tidak mau dikatakan memanfaatkan kedudukan Ibu Negara untuk mendirikan yayasan.
   
Sinta tak hanya bersuara untuk orang lain, tapi dia juga tetap mengembangkan dirinya dengan kuliah hingga S2. Ia berhasil menyelesaikan jenjang S2 pada Program Studi Kajian Wanita Universitas Indonesia pada 1999. Pada saat semester 4 sempat mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkannya harus banyak beraktivitas di atas kursi roda, namun tak menyulutkan semangatnya untuk menyelesaikan pendidikannya.

Bahkan setelah suaminya wafat, Sinta tetap seperti yang dulu. Dia  tak pernah lelah menyuarakan kebebasan beragama dan membela hak-hak konstitusional kelompok minoritas. Sinta diapresiasi sebagai srikandi pemberdayaan perempuan.

KELUARGA      
Nama Suami    : Abdurrahman Wahid
Anak                : Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa) 
                          Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny)
                          Anita Hayatunnufus (Nita)
                          Inayah Wulandari (Ina)

PENDIDIKAN
SD, Jombang
SMP, Jombang
Mualimat, Jombang
Program S-2 Studi Kajian Wanita, Universitas Indonesia, Depok

KARIER
Wartawan di Majalah Zaman, 1980-1985
Pendiri dan Pimpinan Yayasan PUAN Amal Hayati, 2000
Anggota Kongres wanita Indonesia (Kowani)
Anggota Komite Nasional Kedudukan Wanita Indonesia (National Commission     on the Status of Women).
Ibu Negara, 1999-2001
Berita Terkait
Hoax Sinta Nuriyah Wafat, Putri Gus Dur Posting Foto Ibunda Mengaji

Hoax Sinta Nuriyah Wafat, Putri Gus Dur Posting Foto Ibunda Mengaji

Nasional

20 Agustus 2021
Alhamdulillah, Istri Gus Dur Sehat!

Alhamdulillah, Istri Gus Dur Sehat!

Trending

19 Agustus 2021
Cerita Sinta Nuriyah soal Radikalisme di Indonesia

Cerita Sinta Nuriyah soal Radikalisme di Indonesia

Nasional

23 Januari 2020
Ade Irawan Meninggal, Ponari Lamaran, hingga Helmy Yahya Dicopot

Ade Irawan Meninggal, Ponari Lamaran, hingga Helmy Yahya Dicopot

Round Up

18 Januari 2020
Warganet Respons Sinta Nuriyah Bilang Muslimah Tak Wajib Berhijab

Warganet Respons Sinta Nuriyah Bilang Muslimah Tak Wajib Berhijab

Nasional

17 Januari 2020
Yenny Wahid Disingkirkan, Risma Kabur ke Jakarta dan Anya Joget Seksi 

Yenny Wahid Disingkirkan, Risma Kabur ke Jakarta dan Anya Joget Seksi 

Round Up

17 Januari 2020
Yenny Wahid 'Disingkirkan' Agar Kekuatan Gus Dur Tak Bangkit?

Yenny Wahid 'Disingkirkan' Agar Kekuatan Gus Dur Tak Bangkit?

Nasional

16 Januari 2020
Sinta Nuriyah Kenang Pernyataan Gus Dur: Muslimah Tak Harus Berhijab

Sinta Nuriyah Kenang Pernyataan Gus Dur: Muslimah Tak Harus Berhijab

Nasional

16 Januari 2020
Sepuluh Tahun Gus Dur Tiada, Pemikirannya Dianggap Masih Hidup

Sepuluh Tahun Gus Dur Tiada, Pemikirannya Dianggap Masih Hidup

Nasional

28 Desember 2019
Istri Gus Dur Dianugerahi Doktor Kehormatan oleh UIN Yogyakarta

Istri Gus Dur Dianugerahi Doktor Kehormatan oleh UIN Yogyakarta

Nasional

18 Desember 2019
Ma'ruf Amin soal Dukungan Keluarga Gus Dur: Harapan yang Terbukti

Ma'ruf Amin soal Dukungan Keluarga Gus Dur: Harapan yang Terbukti

Berita Pemilu

26 September 2018
Yenny Wahid: Sinta Nuriyah Jadi Ibu Bangsa, Netral atas Semua Paslon

Yenny Wahid: Sinta Nuriyah Jadi Ibu Bangsa, Netral atas Semua Paslon

Politik

26 September 2018
Istri Gus Dur: Pesta Rakyat Bukan Saling Memfitnah

Istri Gus Dur: Pesta Rakyat Bukan Saling Memfitnah

Pemilu

26 September 2018
Pulang dari Rumah Gus Dur, Sandiaga Dapat 'Sangu'

Pulang dari Rumah Gus Dur, Sandiaga Dapat 'Sangu'

Politik

10 September 2018
Pesan Istri Gus Dur untuk Jokowi

Pesan Istri Gus Dur untuk Jokowi

Politik

7 September 2018
Sinta Nuriyah Wahid: Kasus Aceng, Perempuan Jangan Mau Nikah Siri

Sinta Nuriyah Wahid: Kasus Aceng, Perempuan Jangan Mau Nikah Siri

Nasional

25 Januari 2013
Share :