Resep Sukses PPKM Level 2, dr. Reisa: Waspada Bersama

Dokter Reisa Broto Asmoro.
Sumber :
  • Instagram @reisabrotoasmoro

VIVA – Sejalan dengan membaiknya situasi penanganan COVID-19 di Indonesia, masyarakat di sejumlah daerah terpantau mampu meningkatkan kedisiplinan mereka dalam mengikuti anjuran pemerintah untuk menghindari euforia dan mempertahankan kewaspadaan.

img_title Moms Wajib Tahu! Ini 3 Hal yang Berperan Besar untuk Perkembangan Anak

Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi wilayah yang mampu menjalankan pembukaan aktivitas masyarakat dengan baik, tanpa menimbulkan lonjakan kerumunan dan mobilitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Sigap Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menunjukkan mobilitas masyarakat Jawa Tengah, khususnya semarang di area pusat perbelanjaan, restoran, kafe atau pusat jajanan, mengalami peningkatan tetapi tidak drastis.

img_title Bikin Iri, Raisa Brotoasmoro Jadi Salah Satu ARMY Indonesia yang Dapat Free Hug dari Jin BTS

Peningkatan mobilitas warga yang terkendali sejalan dengan upaya Satgas COVID-19 bersama pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat.

Langkah preventif dilakukan secara tegas dan terukur dengan membatasi pembukaan area dengan potensi kerumunan tinggi, seperti Kota Lama dan Simpang Lima, hingga pukul 21.00 setiap harinya.

img_title Maudy Ayunda hingga Marion Jola Siap Meriahkan Renjana Cita Srikandi

Fakta ini menunjukkan bahwa fungsi satgas dan konsistensi pemerintah daerah sangat penting untuk mengawasi potensi kerumunan di ruang publik. Peran serta para pemimpin daerah yang tetap menjaga disiplin protokol kesehatan warga secara intens di tengah penurunan level PPKM sangat layak mendapatkan apresiasi.

“Langkah yang terbaik memang mempertahankan apa yang sudah dicapai, bukan menurunkan kewaspadaan,” kata dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.

Menurut dr. Reisa, masyarakat harus tetap menaati protokol kesehatan guna menyempurnakan ikhtiar pemerintah pusat dan daerah, serta aparat terkait seperti TNI, Polri, juga Satpol PP dalam mengendalikan situasi.

Masyarakat juga diminta untuk tetap berikhtiar dengan memakai masker secara benar hingga menutupi bagian hidung dan mulut mulai dari batang hidung sampai ke ujung dagu sesuai anjuran Satgas COVID-19 Bidang Perubahan Perilaku.

Apabila dengan hanya satu masker masih terlihat ruang atau celah besar, masyarakat diminta menggunakan masker ganda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selain meningkatkan filtrasi, masker kain yang dipakai melapisi masker medis berfungsi untuk mempererat masker agar menempel sesuai bentuk wajah kita masing-masing,” jelasnya terkait budaya masker dobel.

Selain itu, dr. Reisa mengajak warga di wilayah level 2 PPKM, seperti Kabupaten Serang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Garut, untuk membiasakan budaya menggunakan fasilitas cuci tangan yang tersebar hampir di seluruh pelosok kota dan kabupaten.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut