Rexy Mainaky: Pemain Tak Boleh Banyak Alasan Hadapi Tekanan

Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id – Keterpurukan skuad Merah Putih dalam gelaran BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 menuntut PBSI terus melakukan evaluasi. Terlebih lagi jelang makin dekatnya Olimpiade Rio bulan Agustus mendatang.

Terungkap, Alasan PBSI Tunjuk Fadia jadi Tandem Baru Apriyani

Hal ini yang coba diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky. Menurut Rexy, kegagalan di Indonesia Open merupakan sebuah peringatan untuk bisa lebih mempersiapkan diri lebih lagi jelang Olimpiade lewat sejumlah evaluasi yang harus dilakukan.

“Dari Indonesia Open ini memang harus ada perubahan sedikit dalam persiapan Olimpiade, bukan yang bersifat signifikan karena waktu tinggal 2 bulan lagi. Lebih merinci lagi detail dari pola yang sudah ada, apakah permainan kita sudah diantisipasi lawan atau kita yang justru tak bisa mengantisipasi permainan lawan,” kata Rexy yang ditemui VIVA.co.id di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 5 Juni 2016.

Duh, Indonesia Terpaksa Kurangi Wakilnya di German Open 2022

“Saya akan evaluasi lagi fokus dan konsentrasi mereka (para pemain yang akan tampil di Olimpiade), apakah mereka tampil di Indonesia Open itu untuk benar-benar jadi yang terbaik atau hanya jadi ajang persiapan menuju Olimpiade,” tambah mantan pelatih ganda putra Malaysia itu.

Semakin mepetnya waktu persiapan pun rupanya juga akan menjadikan PBSI untuk segera membenahi kondisi mental penggawa Indonesia sebagai kunci kematangan dalam menjalankan misi merebut emas Olimpiade Rio tersebut.

Kesempatan Praveen/Melati Buktikan Diri di All England 2022

“Nantinya juga kita akan melibatkan Satlak Prima juga dalam membantu memperkuat mental mereka mengingat akan lebih berat tekanan jelang Olimpiade,” tambah Rexy. Sebelumnya Rexy sempat mengecam pernyataan pilar ganda campuran, Tontowi Ahmad yang mengaku terlalu tertekan untuk jadi juara dalam Indonesia Open tahun ini.

“Saya bilang pada pemain, kalau sudah putuskan untuk bertanding maka kalian sudah tahu kondisi, jadi tak ada alasan mereka punya masalah ini atau problem apa, itu bukan seorang pemain yang punya mental juara,” tegas peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 itu.

Pendukung pemain bulutangkis Indonesia di Istora Senayan

Penonton Berpotensi Hadir di Indonesia Open dan Masters, Ini Kata PBSI

PP PBSI bersiap menyambut kembalinya penonton di dalam pertandingan bulutangkis. Rencananya, Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 pada Juni mendatang.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2022