Indra Lesmana

Indra Lesmana
Sumber :
  • VIVAnews/Beno Junianto

VIVA.co.id – Indra Lesmana adalah salah satu musisi jazz berbakat dari Indonesia. Dia tergolong musisi yang produktif dengan segudang karya dan prestasi. Bahkan majalah Rolling Stone menobatkan dia sebagai The Immortals.

Indra Lesmana memiliki bakat musik dari orang tuanya. Dia merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia di tahun 60-an Nien Lesmana. Karier Indra dalam dunia musik dimulai saat usianya baru 10 tahun. Dia saat itu tampil bersama ayahnya di Bandung pada bulan Maret 1976 dengan instrumen keyboards. Dua bulan kemudian, bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indra bermain keyboards dalam sebuah konser jazz yang melibatkan musisi senior seperti Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, dan penyanyi Broery Marantika.

Karier musik Indra terus tumbuh, tahun 1978, Indra mulai merekam dan merilis album pertamanya ‘Ayahku Sahabatku’. Sejak awal, gaya bermusik Indra telah banyak dipengaruhi oleh gaya John Coltrane, Miles Davis, Mc Coy Tyner dan Charlie Parker, yang dipelajarinya melalui rekaman mereka.

PENGARUH AUSTRALIA

Pada tahun 1978, Indra bersama ayahnya berkesempatan pergi ke Australia untuk tampil dalam pekan budaya ASEAN Trade Fair. Saat itulah, atas saran ayahnya, Indra mecoba untuk mengikuti ujian masuk di Conservatorium of Music dan akhirnya diterima.

Atas bantuan Kedutaan Australia, Indra mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolah di New South Wales Conservatory School of Music di Sydney. Tak hanya itu, Kementerian luar negeri Australia pun memberikan izin menetap bagi Indra dan keluarganya.

Di negeri Kanguru itu karier musiknya berkembang bersama dengan musisi Australia terutama bersama kelompok musik jazz kenamaan, seperti the Basement dan Soup Plus. Indra juga berpartisipasi dalam Manly Jazz Festival setiap tahunnya sampai tahun 1985. Selain itu, Indra juga bertemu musisi jazz tingkat dunia, seperti Chick Corea, Dizzy Gillespie, Mark Murphy, David Baker, dan Terumasa Hino dan beruntung bisa berbagi pengalaman bersama mereka.

Bersama ayahnya, Indra membentuk band bernama Jack and Indra Lesmana Quartet bersama Karim Suweileh dan James Morrison. Mereka merilis album “ Children of Fantasy “ tahun 1981 saat berkunjung ke Indonesia. Saat kembali ke Australia, Indra membentuk band yang beraliran latin-jazz-fusion bersama Jack Lesmana, Steve Brien, Dale Barlow, Tony Thijssen and Harry Rivers. Band ini mengunjungi Indonesia bulan Agustus 1982 dan melakukan tur di 13 kota.

Indra mengembangkan gaya jazz-fusion-nya dengan membentuk band baru. Bersama Steve Hunter, Andy Evans, Ken James, Vince Genova, dan Carlinhos Gonzalves, Indra membentuk "Nebula" tahun 1982. Dalam album pertama mereka bertajuk "No Standing" terdapat 4 karya original Indra (No Standing, The First, Sleeping Beauty, ‘Tis time to part) dan ciptaan Steve Hunter, Samba for ET. Tahun 1983, Indra bergabung dengan Sandy Evans, Tony Buck dan Steve Elphick membentuk band beraliran jazz modern "Women and Children First". Album perdana mereka direkam tahun 1983.

PENGARUH AMERIKA

Bakat bermusik Indra tercium oleh industri jazz Amerika. Zebra Records, perusahaan rekaman cabang dari MCA Records, menyatakan keinginan mereka untuk merilis album"No Standing" sebagai album solo Indra Lesmana. Kesepakatan tercapai tahun 1984 dan album tersebut dirilis di Amerika Serikat. Indra pindah ke Amerika Serikat tahun 1985.

Indra pun membuat rekaman di Mad Hatter Studio dengan Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, dan Tooty Heath untuk albumnya yang bertajuk "For Earth and Heaven". Album tersebut di rilis tahun 1986 dan menjadi album internasionalnya yang kedua bersama Zebra Records. Keduasinglenya, "No Standing" (dari album "No Standing) dan "Stephanie" (dari album For Earth and Heaven) berhasil menduduki Billboard Charts untuk Jazz dan nomor satu di charts radio di Amerika Serikat.

PENGARUH INDONESIA

Tak hanya dengan musisi jazz dunia, Indra pun seringkali berkolaborasi dengan musisi jazz tanah air. Sebut saja Gilang Ramadhan yang telah beberapa kali membuat kelompok musik dan album bersama, di antaranya mereka tergabung dalam PIG (bersama Pra Budi Dharma}, Java Jazz (bersama Mates, Donny Suhendra dan Embong Rahardjo).

Indra menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif dengan lebih dari 200 komposisi original, dan hampir 50 album, dengan 18 album solonya. Selain itu, Indra pun memproduseri beberapa album artis kenamaan tanah air, seperti Titi DJ (albumEkspresi), Sophia Latjuba (album Hanya Untukmu, Tiada Kata), Ermy Kulit (albumSaat yang Terindah). Indra juga menggarap album soundtrack "Rumah ke Tujuh", yang diproduseri kakaknya, Mira Lesmana.

Indra juga pernah mejadi salah satu juri dalam acara adu bakat yang di adopsi dari Amerika, Indonesian Idol. Di mana di Indonesia acara tersebut telah berlangsung empat musim. Selama itu Indra selalu hadir sebagai juri.

Alasan Indra Lesmana Betah di Bali

KEHIDUPAN PRIBADI

Indra dikenal pernah menjalin asmara dengan para artis. Dia pernah berpacaran selama delapan tahun dengan penyanyi Titi DJ dan sempat berkolaborasi dengan membuat beberapa album dan lagu. Namun akhirnya hubungan mereka kandas.

Di 'Secret Geometry', Indra Lesmana Bicara soal Alien

Indra kemudian menjalin hubungan dan menikah dengan artis Sophia Latjuba dan mempunyai seorang anak perempuan, Eva Celia Lesmana. Namun, pernikahan tersebut kandas. Indra pun menikah lagi dengan Hanny Trihandojo dan dikaruniai dua anak : Devo Lesmana dan Ravi Lesmana.

 BIODATA

Bentuk ILP, Indra Lesmana Mainkan Musik Progressive Metal
Nama Lengkap : Indra Lesmana
Nama Panggilan : Indra
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Maret 1966
Agama : Islam
Pekerjaan ; Penyanyi
Akun Media Sosial : Twitter @indralesmana
   
KELUARGA  
Istri Sophia Latjuba (cerai)
Hanny T. Lesmana
Anak Eva Celia Lesmana,
Devo Antonio Lesmana,
Ravi Alessandri Lesmana
Orang Tua Jack Lesmana – Nien Lesmana (ibu)

KARIER

Diskografi

  • Ayahku Sahabatku (1978)
  • Children of Fantasy sebagai Pianis (1981)
  • No Standing sebagai Pianis (1982)
  • Nostalgia (1982)
  • Latin Jazz Fusion Special Edition sebagai Pianis (1992)
  • Women and Children First sebagai Pianis (1983)
  • No Standing sebagai Pianis (1984)
  • Tragedi (1984)
  • Yang Pertama yang Bahagia (1984)
  • For Earth and Heaven (1986)
  • Karina (1986)
  • Gemilang sebagai Pianis (1986)
  • Jack & Indra Lesmana Various (1986)
  • La Samba Primadona (1987)
  • Semakin Menawan (1987)
  • Kau Datang sebagai Pianis (1988)
  • Ekspresi sebagai Produser (1988)
  • Dunia Boleh Tertawa (1989)
  • TITI DJ 1989 sebagai Produser (1989)
  • Aku Ingin (1990)
  • Adegan sebagai Pianis (1990)
  • Cerita Lalu (1992)
  • Selangkah di Depan (1992)
  • Hanya Untukmu sebagai Produser (1992)
  • Biarkan Aku Kembali (1993)
  • Tiada Kata sebagai Produser (1994)
  • Waktu Berjalan (1994)
  • Kehadiran (1994)
  • Bulan di Atas Asia sebagai Produser dan Pianis (1994)
  • Ayah (1994)
  • Kabut di Kaki Langit sebagai Produser (1995)
  • Jalan yang Hilang (1996)
  • Romantic Piano (1996)
  • Jalan Hidupmu sebagai Produser dan penyanyi (1996)
  • Menari-nari sebagai Produser (1996)
  • Lost Forest sebagai Produser dan Pianis (1997)
  • Selamat Tinggal sebagai Produser dan Penyanyi (1997)
  • Kedua sebagai Produser dan Penyanyi (1998)
  • Sabda Prana sebagai Produser dan Penyanyi (1998)
  • Saat yang Terindah (1999)
  • Interaksi Sebagai Co. Produser (2000)
  • Reborn sebagai Produser dan Pianis (2000)
  • The Birds sebagai produser dan Penyanyi (2001)
  • Kinanti sebagai Produser (2002)
  • OST Rumah ke Tujuh sebagai Produser dan Pianis (2002)
  • Gelatik sebagai Produser dan Penyanyi (2003)
  • Silver sebagai Produser dan Penyanyi (2005)
  • Kayon sebagai Produser dan Pianis (2007)
  • Joy Joy Joy sebagai Produser dan Pianis (2009)
  • Kembali Satu sebagai Produser dan Kiboardis  (2009)
  • Dream, Hope, and Faith sebagai Produser (2009)
  • Love Life Wisdom sebagai Produserd dan Kiboardis (2011)

Penghargaan

  • Best Jazz/Pop Keyboards Instrumentalist  - majalah Gadis [1989]
  • Best Pop Selling Album : “ Aku Ingin “  - BASF Awards [1990]
  • Diamond Achievement Awards  - De Beers Diamond [1995]
  • Best Jazz Album Producer : Ermi Kullit / album “ Saat Yang Terindah “ - 4th AMI Awards [2000]
  • Best Jazz Vocalist  - News Music Awards [2001]  ?Best Keyboardist  - News Music Awards [2001]
  • Best Instrumental Song : “ Reborn “  - 5th AMI Awards [2001]
  • Best Jazz/Contemporary Album Producer :  Andien / album “ Kinanti “  - 6th AMI Awards [2002]
  • Best Score/Soundtrack :  “ Rumah Ke Tujuh “  - Festival Film Bandung [2003]
  • Best Jazz/Contemporary Jazz Artist  - 7th AMI Awards [2003]
  • Best Jazz Song :  “Mimpi & Rumah ke Tujuh“  - 7th AMI Awards [2003]
  • Best Jazz Arranger :  “Mimpi & Rumah ke Tujuh“ - 7th AMI Awards [2003]
  • Best Jazz Producer : “OST Rumah ke Tujuh“ - 7th AMI Awards [2003]
  • Most Radical Musician : Nokia 7600 [2004]
  • THE IMMORTALS : Rolling Stone Magazine [2008]
  • The BrandLaureate Legendary Award : The Asia Pacific Brands Foundation (at Kuala Lumpur International Jazz Festival) [2012]
  • Penata Musik Terbaik - Piala Maya 2013 (untuk film Adriana)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya