Terlunta-lunta di Jalan Gara-gara Bus
- http://bismania.org
Sekitar jam 11, saya berhasil sampai di Balai Kota. Kata Uli, di sini ada angkot Antapani yang masih mangkal. Kebetulan angkot ini memang melewati daerah rumah saya. Aduh, saya berharap memang ada angkot Antapani itu, soalnya kaki saya sudah berasa remuk sebelah gara-gara jalan terus. Dan ternyata Tuhan mendengar doa anaknya yang teraniaya.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya angkot yang ditunggu lewat. Waktu naik dan duduk di angkot, rasanya beneran deh kayak duduk di surga. Tapi ada satu hal yang masih saya takuti. Karena sudah malam dan sepi penumpang, sopir angkot suka sembarangan menuruni penumpang. Biasanya, si sopir bakal sok ramah dan kasih pertanyaan yang model begini, "Kang, mau kemana? Turunnya di sini saja ya? Naik angkot yang di belakang saja".
Saya pernah dituruni secara paksa sama sopir angkot model kayak begitu. Untungnya, sopir ini ternyata baik sekali. Saya tidak dituruni secara paksa, dan akhirnya bisa turun di Antapani. Dari Antapani, saya masih harus jalan kaki dulu menuju rumah. Sudah kaki sakit masih juga harus jalan kaki.
Jam 12 akhirnya saya berhasil pulang ke rumah dengan sehat wal afiat. Dan untuk sementara, "Tour D'bus with Sani" ini sepertinya harus dipending untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. (Cerita ini dikirim oleh Stefanus Sani, Bandung)