Berita Hoax, Antara Opini dan Realita
- PeopleOnline
Campur tangan yang terus-menerus dan tekad untuk memadamkan api kebangkitan umat Islam telah menyebabkan sebagian orang percaya bahwa satu-satunya cara untuk membawa kemerdekaan adalah dengan perlawanan. Amerika dan orang-orang yang tolong menolong dengan Amerika harus mengetahui bahwa tindakan kekanak-kanakan Barat itu tidak akan bisa memaksa umat melepaskan Islam. Sebaliknya, umat justru bersegera untuk mengubur dalam-dalam ide-ide Barat yang rusak itu.
Sikap negara-negara Barat yang ditunjukkan oleh para politisi, ilmuwan dan media massa mereka, termasuk di negeri Muslim yang mendukung habis-habisan media massa anti Islam menunjukkan realita sesungguhnya tentang Perang Peradaban (Clash of Civilizations). Mempertahankan ideologi kapitalisme adalah harga mati untuk eksistensi mereka di dunia untuk mempertahankan dominasi dan penjajahan mereka di dunia. Persis seperti yang pernah dinyatakan Goerge W Bush saat menjadi presiden Amerika, “Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi.”
Dalam pandangan Islam, media massa (wasâ’il al-i’lâm) bagi negara khilafah dan kepentingan dakwah Islam mempunyai fungsi strategis, yaitu melayani ideologi Islam (khidmat al-mabda’ al-islâmi) baik di dalam maupun di luar negeri (Sya’rawi, 1992: 140). Di dalam negeri, media massa berfungsi untuk membangun masyarakat islami yang kokoh. Di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai. Untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam sekaligus membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia. (Masyru’ Dustur Dawlah al-Khilâfah, pasal 103).
Dengan membacanya, kita akan dapat membayangkan betapa baiknya suasana dan kehidupan media massa yang ditata dengan syariah di negara khilafah nantinya. Media massa akan menjadi alat konstruktif untuk memelihara identitas keislaman masyarakat, tanpa melarang unsur hiburan (entertainment) yang sehat dan syar’i. Tidak seperti sekarang, media massa telah menjadi alat destruktif untuk menghancurkan nilai-nilai Islam. Dengan mengeksploitasi hiburan yang berlumuran dosa dan membejatkan moral.
Maka semakin jelas realitas saat ini. Untuk bisa membuktikan sebuah pemberitaan adalah berita asli atau hoax, maka tidak bisa dipungkiri akidah Islam dan analisa politik yang sesuai sudut pandang Islam wajib diaplikasikan. (Tulisan ini dikirim oleh Wahyu Titis L, S.Si.,Apt, Pemerhati sosial media)