Ketika Merindukan Kampung Halaman
- VIVAnews/Muhammad Firman
Saat saya masih tinggal di sana, ada beberapa prestasi yang diraih Desa Kupal. Berkat kekompakan teman-teman, kami pernah meraih juara 2 turnamen sepakbola dan juara 3 dengan turnamen yang berbeda. Sangat istimewa karena kami berlatih dengan sangat sungguh-sungguh untuk mendapatkan juara.
Ada begitu banyak cerita tentang kampung halamanku yang tidak semua bisa diceritakan lewat tulisan ini. Namun, sebagian cerita yang saya ceritakan inilah yang membuat saya tidak dapat melupakan kampung halaman. Banyak cerita lucu ketika kami berkumpul di gang-gang yang membuat kami tertawa bersama. Terkadang kami pergi ke pantai, mengambil sampang orang sampai akhirnya ketahuan. Kami pun dikejar dan lari bersama-sama untuk kabur.
Terkadang kami juga berjalan-jalan di pantai sambil mengangkat celana. Karena waktu itu kami selalu mengenakan celana panjang. Tanpa disengaja ada beberapa teman yang saling menyiram sampai akhirnya kami basah bersama-sama. Biasanya pada saat kami pulang ke rumah, ibu akan memarahi karena pakaian yang baru dipakai sudah basah kembali.
Banyak teman yang meminta saya untuk pulang di bulan Ramadan ini. Tapi sayang saya hanya bisa menjawab, “Masih dua tahun lagi baru saya balik kampung, Sob!”. (Tulisan ini dikirim oleh Erwinmutalib)