Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas

Sumber foto: wallpaperbetter
Sumber :
  • vstory

VIVA – Dikutip dari website pertamina, saat ini PT Pertamina (Persero) tengah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

img_title Strategi BI Mitigasi Risiko Inflasi Tinggi Akibat El Nino Berkepanjangan

Hal ini pun menyebabkan harga BBM nonsubsidi terpaksa harus mengalami kenaikan. Jenis BBM yang mengalami kenaikan harga ialah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga Pertamax Turbo (Ron 98) mengalami peningkatan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp16.200 per liter, Dexlite dari Rp12.950 per liter menjadi Rp15.000 per liter, sementara Pertamina Dex dari Rp 13.700 per liter menjadi Rp16.500 per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

img_title Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan, Ini Pertimbangannya

Kenaikan harga BBM bukanlah satu-satunya kasus kenaikan harga yang terjadi pada tahun ini. Awal tahun 2022 lalu, negeri ini dihebohkan dengan meroketnya harga minyak goreng ditambah langkanya komoditas tersebut di pasaran yang membuat harganya semakin terasa mencekik.

Pemerintah sempat menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas tersebut sebagai upaya menyeimbangkan stabilitas pasar yakni sebesar Rp14.000 per liter di berbagai wilayah.

img_title Cegah Inflasi & Pacu Ekonomi Semester II, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan hingga Diskon Transportasi

Namun kebijakan tersebut belum diiringi dengan aturan yang tegas sehingga beberapa oknum tidak bertanggung jawab justru memafaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Akibatnya, masyarakat kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng untuk keperluan konsumsi rumah tangga. Hal ini sangat miris mengingat Indonesia merupakan negara dengan produksi kelapa sawit cukup tinggi di mana sama-sama kita ketahui bahwa kelapa sawit merupakan bahan dasar pembuat minyak goreng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencabutan HET oleh pemerintah pun selanjutnya tak dapat dipungkiri, membuat harga minyak goreng di pasaran kembali bergerak liar, bahkan mencapai Rp25.000 ribu per liternya yang jauh berbeda dengan HET dari pemerintah.

Kemudian, tidak lama berselang, keberadaan gula pasir di berbagai wilayah pun mengalami kelangkaan. Hal ini praktis membuat harga komoditas tersebut mengalami kenaikan, sesuai teori ekonomi yang menyatakan bahwa harga akan dipengaruhi oleh ketersediaan dan permintaan akan komoditas tersebut. Sebagai salah satu komoditas penting dalam rumah tangga, kelangkaan gula pasir tidak dapat mengakomodir permintaan masyarakat sehingga kenaikan harga pun tak dapat dihindari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut