Merdeka Belajar yang Merepotkan
- vstory
Setidaknya ada tiga prinsip Kurikulum Merdeka. Pertama adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran dapat berfokus pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi serta karakter murid. Prinsip ini merupakan upaya dalam menjawab tantangan zaman seperti perubahan iklim, literasi finansial, literasi digital hingga penting nya sastra dalam menguatkan kemampuan literasi.
Prinsip kedua ialah penguatan karakter murid. Kurikulum ini juga memiliki prinsip agar pembelajaran dapat mengembangkan kompetensi spiritual, moral, sosial serta emosional murid di dalam proses pembelajaran seperti adanya projek Penguatan Profil Pancasila.
Terakhir adalah prinsip Fleksibilitas, di mana pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi murid sehingga tidak akan ditemukan pembelajaran yang sama antara satu daerah dengan daerah lain kecuali memiliki kebutuhan yang sama. Tidak hanya itu kebutuhan seperti karakteristik satuan pendidikan bahkan konteks lingkungan sosial dan budaya setempat.
Jika dilihat lebih dalam, maka penerapan kurikulum ini tidak hanya melibatkan guru dan murid saja dalam pelaksanaannya, namun juga perlu melibatkan semua warga sekolah, pemerintah daerah setempat bahkan orang tua murid karena semua prinsip kurikulum merdeka berfokus pada pengembangan anak yang tentu saja bukan hanya di sekolah.
Merdeka Belajar : Keterlibatan Orang Tua Wajib Maksimal
Memang, merdeka belajar ini melibatkan orang tua serta sedikit merepotkan, karena mau tidak mau orang tua perlu kembali belajar untuk memahami projek yang diberikan sekolah untuk anak-anaknya belum lagi belajar penilaian karakter anak di dalam rumah.
Tantangan berikutnya, belum tentu semua orang tua dapat belajar dengan cepat mengenai penilaian, bahkan tidak sedikit orang tua membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami proses belajar dari kurikulum merdeka ini.
Walaupun memiliki proses yang panjang, kurikulum merdeka ini bertujuan agar orang berpartisipasi aktif dalam pembentukan karakter anak, sehingga tidak ada lagi orang tua yang menyalahkan pihak sekolah jika anaknya belum menjadi pribadi yang baik dalam proses belajar mengajar.
Tidak hanya itu, keterlibatan orang tua dalam kurikulum merdeka, agar orang tua tetap menjaga tanggung jawabnya dalam proses tumbuh kembang anak khususnya dalam usia sekolah. Karena saat ini banyak orang tua siswa yang melupakan kewajiban mereka mengenai pendidikan anaknya.