Ancaman di Jalur Maut

Sorot Jalur Mudik - Arus lalu lintas di pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bumiayu kerap menjadi jalur pencabut nyawa. Terakhir, peristiwa memilukan di Desa Jatisawit. Minggu sore 20 Mei 2017, truk tronton yang kelebihan muatan melindas belasan motor, mobil-mobil dan rumah penduduk. Di Ahad kelam itu, 12 nyawa melayang. Kecelakaan juga dipicu kontur jalan yang menurun cukup panjang.

Kecelakaan maut di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah

Condro juga mengingatkan perlunya mewaspadai Jalur Pantura dari arah Tegal menuju Pemalang. Daerah itu diketahui kerap memakan korban lantaran kondisi jalan yang naik turun, termasuk jalan Raya Pemalang, Batang, Kendal hingga Semarang.

Namun kontur jalan tak menjadi acuan warga sekitar yang sering membubui kecelakaan-kecelakaan maut di kawasan itu dengan unsur mistis. Penuturan Asep Kusnadi, misalnya. Meski tidak bisa dibenarkan, warga Subang, Purwakarta ini percaya betul mitos di sekitar lokasi kecelakaan yang kerap berulang. Seperti kawasan Simpang Jomin.

"Di sekitar Jomin itu sebetulnya jalan enggak parah-parah banget rusaknya, tapi sering ada kecelakaan, konon karena sering munculnya penampakan," kata dia.

Human Error

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meyakini, kecelakaan di jalur rawan ini lebih banyak dipicu faktor kelalaian manusia. Dia tidak sepakat bila dikatakan ada jalur maut di sepanjang jalur mudik. Sebab, berdasarkan data yang diperolehnya, rata-rata kecelakaan disebabkan faktor kelelahan pemudik saat perjalanan jauh ke kampung halamannya.

"Kalau melihat daerah rawan kecelakaan itu ada di daerah. Kalau saya lihat polanya, rawan kecelakaan paling banyak sepeda motor karena dengan kecepatan tinggi. Dan biasanya ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya kepada VIVA.

Jika menilik faktor manusia, wilayah Jawa Barat tak terlalu banyak rawan kecelakaan dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu, dilihat dari faktor kelelahan pemudik saat berkendara yang dinilai belum muncul saat melalui wilayah Jawa Barat.

"Daerah yang paling sering terjadi kecelakaan adalah Jawa Timur. Kemudian Jawa Tengah, kalau Jawa Barat sudah agak turun. Kenapa turun? Karena saat pemudik ini berangkat dari Jakarta, kecepatan di Jawa Barat kan relatif lebih rendah dibanding dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya menjelaskan.