Ancaman di Jalur Maut
- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Mengamini ucapan Rizky, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, AKBP Trunoyudo Wisnu mengatakan, faktor pemicu yang selama ini mendominasi kecelakaan di jalur rawan saat mudik Lebaran rata-rata karena mengantuk, sehingga kurang konsetrasi saat kendaraan di depannya melambat dan terjadi tabrakan.
Karenanya tidak benar jika ada anggapan bahwa jalur rawan kecelakaan tersebut adalah jalur angker karena mistik dan sebagainya, sebab hal itu lebih kepada sugesti di masyarakat. "Jadi itu tergantung kepada human atau pengemudinya," ujarnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan pencegahan dengan pola preventif seperti sosialisasi, imbauan ketertiban, kontrol kecepatan tinggi di jalan dan menghadirkan anggota polri di lapangan, khususnya daerah-daerah rawan kecelakaan.
Sarana Prasarana Mudik
Berdasar catatan Kepolisian, kecelakaan saat arus mudik menyumbang angka yang lumayan dalam total kecelakaan yang terjadi. Total angka kecelakaan lalu lintas pada 2017 sebanyak 98.419 kali. Dari kecelakaan tersebut, korban tewas akibat laka lantas mencapai 24.213 jiwa Sedangkan korban luka berat sebanyak 22.939 jiwa.
Dari catatan itu, kondisi jalan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Faktor lainnya, pengemudi mengantuk, tak cakap mengemudi, kendaraan tak layak jalan, dan soal cuaca.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, sarana dan prasarana jalan untuk mudik terus ditingkatkan. Hal itu dilakukan dengan mempercepat sejumlah proyek jalan tol dan melapisinya dengan konstruksi beton untuk jalur yang fungsional.
Dalam pelaksanaan mudik Lebaran 2018 nanti setiap jalan akan disiapkan rambu-rambu khusus untuk menghindari kecelakaan. Terlebih pada ruas tol Batang-Semarang, di mana masih ada sejumlah ruas yang statusnya fungsional dan proses pekerjaan, seperti di Jembatan Kali Kuto yang belum selesai konstruksinya.
Selain itu, untuk mencegah terjadinya daerah rawan kecelakaan, Basuki memastikan akan memberikan penerangan yang memadai di setiap lajur mudik dan tempat-tempat peristirahatan. Langkah ini dipastikan akan lebih baik ketimbang persiapan yang dilakukan pada mudik Lebaran 2017 lalu.
Adapun jalan di Jawa yang pada mudik tahun ini telah siap digunakan adalah jalan tol fungsional dari Brebes Timur-Semarang yang masih belum dikenakan tarif. Bebas biaya juga akan diberlakukan di jalan tol Semarang-Salatiga dan tol Salatiga-Solo.