Ancaman di Jalur Maut
- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Tak hanya itu, Basuki juga mengharapkan agar masyarakat tak terfokus pada pemanfaatan jalan tol yang sudah siap tahun ini. Melainkan juga dapat menggunakan jalur alternatif, seperti jalur pantai selatan Jawa atau Pansela yang kini kondisinya mulus dan telah 90 persen mantap.
"Meski sarana prasarana jalur mudik jauh lebih baik dari tahun lalu, pemerintah berharap masyarakat tetap fokus pada keselamatan. Pemudik pun diharapkan berperilaku sesuai dengan rambu-rambunya yang telah ditetapkan oleh petugas," ujar Basuki kepada VIVA.
Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan agar terciptanya zero accident pada arus mudik Lebaran 2018 khususnya angkutan umum, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah sopir bus yang akan mengangkut para pemudik.
Pemeriksaan kesehatan tersebut akan dilakukan pada H-10 Lebaran hingga H+10 Lebaran. Pemeriksaan meliputi narkoba dan kadar alkohol terhadap pengemudi bus yang akan berkendara jauh mengantar pemudik ke kampung halaman.
"Pemeriksaan meliputi wawancara, fisik, laboratorium, gula darah, kadar alkohol dan narkoba," kata Nila di Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Idul Fitri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Juni 2018.
Ia mengungkapkan, langkah awal yang dilakukan instansinya tentunya bertujuan agar para pengemudi bus yang membawa pemudik terhindar dari kecelakaan yang disebabkankesalahan manusia atau human error. Selain itu, ia berharap pengemudi juga memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi dan beristirahat cukup.
Untuk pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua, Nila mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan keselamatan diri. Ia pun meminta para pengendara sepeda motor tidak memaksakan diri ketika merasa kondisi badan kurang fit.
"Berhenti setiap dua jam untuk pemudik yang menggunakan motor selama empat jam dan untuk pemudik roda empat berhenti selama 15 menit." (umi)
Baca Juga