Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Senin, 1 April 2019 | 07:13 WIB

"Ada Informasi, PBB Memang Mau 'Dihabisin'"

Team VIVA »
Endah Lismartini
Rifki Arsilan
Foto :
  • VIVA/Muhamad Solihin
Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor

VIVA –  Partai Bulan Bintang sejak awal berdiri pada tahun 1998 telah menetapkan diri sebagai partai penerus Masyumi atau Majelis Syuro Muslimin Indonesia. Masyumi adalah organisasi yang terkenal konsisten membela Islam. Awal pendirian, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendara terpilih menjadi ketua umum partai ini. 

Partai Bulan Bintang tercatat telah ikut pemilu empat kali, yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014. Pada Pemilu 1999, Partai Bulan Bintang mampu meraih 2 juta suara, atau sekitar 2 persen, dan meraih 13 kursi DPR. Pada Pemilu 2004 memenangkan suara 2,9 juta pemilih atau 2,6 persen. 2005, Yusril lengser dari PBB digantikan oleh MS Kaban, Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1. 

Baca Juga

Sayangnya, sejak itu suara PBB semakin meredup. Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini hanya  memperoleh 1,8 juta suara yang serata dengan 1,7 persen. Artinya, PBB tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5 persen sehingga berakibat tidak memiliki wakil seorang pun di DPR. Pada April 2015, Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Partai ini kembali menggeliat untuk mencuri suara publik dan menempatkan kembali wakil mereka.

Meski kerap disebut akan menjadi under dog, tapi PBB melawan. Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noer alias Ferry, memastikan PBB telah mengerahkan segenap kemampuan untuk kembali melenggang dan lolos dari parliamentary thershold atau PT sebesar empat persen.

Ketika wawancara dengan VIVA, pada pertengahan Maret lalu, Ferry menceritakan apa saja yang telah dilakukan partainya untuk merebut suara. Ferry mengaku, banyak yang menginginkan PBB dihabisi, tapi ia dan Yusril terus melakukan berbagai hal agar bisa bertahan dan menang. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menyebar lima juta stiker yang memasang wajah Yusril dan menawarkan bantuan hukum pada masyarakat yang membutuhkan. Di stiker tersebut tercantum nama dan logo Partai Bulan Bintang, sekaligus nomor hotline.

Apakah cara tersebut efektif? Benarkah PBB melakukan apa saja untuk menang? Mengapa memberi dukungan pada paslon 01? Dan apa saja yang terus dilakukan agar PBB tak tenggelam oleh beratnya PT? Kepada VIVA, Ferry, alumni Universitas Nasional Jakarta, dan mengaku meniti karier politik di PBB sejak anggota biasa hingga menjadi sekjen,  menceritakan itu semua. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kesiapan PBB dalam menghadapi Pileg mendatang?
Alhamdulillah dari tahun 2017 saya diamanahkan menjadi Sekjen PBB Mei 2017. Saat itu belum ada verifikasi faktual dari KPU. Kemudian pada November 2017 baru memasuki tahapan verifikasi faktual oleh KPU.  Alhamdulillah dalam waktu yang sempit itu saya bisa menyelesaikan perbaikan infrastruktur partai dari tingkat DPP, DPW, DPC dan PAC. Total 514 DPC kita sempurnakan. Kita perbaiki dan kepengurusannya, yang tadinya tidak ada kita buat. Alhamdulillah selesai.

Jadi PBB sempat terseok-seok juga untuk bisa lolos?
Itulah yang terjadi. Beberapa kali kami dikatakan tidak lolos. Tetapi kami merasa siap. Kok dibuat tidak lolos? Pada akhirnya kita sempat menggugat ke pengadilan, Bawaslu, Alhamdulillah berhasil. Kemudian masuk ke tahapan pembentukan PAC yang persyaratannya harus 50 persen. Kita bentuk seluruh Indonesia dengan kemampuan dan kekuatan yang ada, ditambah dengan instruksi Ketum yang memang tegas. Alhamdulillah walaupun dengan terseok-seok, kami bisa menyelesaikan tahapan-tahapan pemilu yang harus kami jalani sesuai dengan Undang-undang pemilu. 

Apa yang dilakukan Ketum sehingga banyak yang kembali tertarik ke PBB?
Karena PBB ini dianggap oleh mereka itu betul-betul melakukan pembelaan terhadap umat. Pembelaan terhadap ormas-ormas Islam, tokoh-tokoh Islam, kemudian aktivis-aktivis, baik yang Islam maupun yang nasional. Karena memang kami di DPR tidak punya fraksi saat ini. Gerakan-gerakan nyata seperti inilah yang kami lakukan, sehingga masyarakat tahu Bulan Bintang. Alhamdulillah banyak orang yang mendaftar ke Partai Bulan Bintang. Akhirnya kami susah menyeleksi. Jadi ada beberapa Dapil yang kelebihan kuota. Kuotanya itu seharusnya 10 atau 9 kursi, yang mendaftar sampai 30 orang, ada 20 orang, ada yang 15 orang.

Berapa jumlah caleg yang dicalonkan oleh PBB?
Dari sekitar 80 dapil itu kami terpenuhi sekitar di 60 dapil. Nah sisa 20 dapil ini lah yang kami subsidi. Misalnya Papua, ke NTT. kami mencoba merayu mereka agar mau ke Dapil yang lain. Nah, sebagian besar tidak mau karena alasan tidak dikenal di wilayah itu. Tapi kami juga memberikan pengertian, agar mereka bersedia kita tempatkan di Dapil lain. Tapi ada juga pada akhirnya di beberapa Dapil ada juga kuotanya yang tidak full. Karena memang peminatnya tidak banyak dan mereka juga bukan orang sana, dan kebetulan memang PBB ini sedikit lemah di sana. Nah ini yang terjadi. Tetapi dengan kita kasih masukan, kita kasih pengertian, mereka akhirnya bersedia menjadi calon dan mereka bergerak. Jadi ada orang Jakarta kita tempatkan di Kalimantan, ada orang Jawa kita tempatkan di Sulawesi, dan itu terjadi.

Jadi intinya setelah Proses Sistem Informasi Pencalonan (Silon) itu pun kami masih sempat terhambat. Bisa dibilang, kami hanya dikatakan berhasil memasukan hampir 200 calon, padahal kita sudah memasukkan hampir 575 calon sesuai dengan kuota.  KPU sempat bilang begini-begini. Dan itu kita lawan lagi di Bawaslu, karena kami merasa sudah lengkap. 

Anda merasa PBB dihalangi?
Jadi memang proses ketidakadilan ini saya lihat dari awal sudah terjadi. Dan kami amati dari awal PBB ini mau dihabisin gitu. Pertama dicoba agar kita tidak bisa ikut pemilu. Alhamdulilah kita berhasil melewati tahapan verifikasi faktual sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Silon pun selesai. Dan ketika calegnya sudah lengkap, administrasinya sudah lengkap, ada memang kendala, yaitu kita terlambat menginput ke IT-nya KPU. Tetapi kan kami punya data, akhirnya itulah yang kita gugat. Partai lain pun sama kejadiannya, bukan PBB saja, tapi kenapa PBB yang selalu diincar gitu, nah itu yang kita lawan. 

Mengapa seperti itu?
Ya, ada informasi, katanya kita memang mau 'dihabisin.' Karena satu-satunya partai politik yang berasaskan Islam itu ya cuma PBB, partai yang lain tidak. PKS sudah tidak, PPP tidak.  Tapi setelah mereka melihat sepak terjangnya Pak Yusril dan PBB itu bukan seperti yang mereka pikirkan bahwa PBB itu radikal lah, apa lah. Jadi ini proses. Selesai dari tahapan verifikasi administrasi, faktual, dan verifikasi silon kita telah berhasil selesaikan. Baik DPRD tingkat Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI selesai. 

Apa yang dilakukan PBB untuk menghadapi Pileg?
Perbaikan infrastruktur partai terus kita lakukan. Kita sadar, misalnya ada beberapa ketua DPC partai ada yang tidak aktif. Itu kita revisi, sambil kita perbaiki semua infrastruktur partai, dan Alhamdulillah partai ini bisa jalan terus.  Nah keyakinan inilah yang membuat kami, partai Bulan Bintang yakin Insya Allah pada pemilu nanti kami akan lolos di atas empat persen. Kita punya 495 caleg dari 85 dapil, kalau total semuanya kan 575 caleg kan.

Bagaimana dengan Pilpres?
Nah terkait dengan Pilpres, saya harus luruskan ini, karena kemarin itu sempat ada hiruk pikuk terkait Pilpres, terlebih lagi setelah Ketua Umum PBB Prof Yusril Ihza Mahendra menyatakan dukungannya kepada Pak Jokowi. Jadi sebenarnya di awal PBB ingin mencalonkan sendiri. Calon sendiri itu sesuai dengan undang-undang Pileg serentak dan Pilpres serentak. Tapi masalahnya adalah PT 0 persen itu tidak disetujui oleh teman-teman di DPR RI. Dan kami mencurigai memang seluruh fraksi di DPR RI memang tidak menginginkan PT 0 persen. Karena mereka menganggap kalau PT 0 persen, itu semua partai politik bisa mencalonkan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. Padahal tidak begitu juga. Bisa saja berkoalisi kan gitu. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
PBB Diloloskan Bawaslu ke Pemilu, KPU Siap Banding
TVONE NEWS - lewat 2 tahun lalu