Semoga Pilkada Menggembirakan, Boleh Juga Lucu
- VIVA/Muhamad Solihin
Jadi Anda ingin mengatakan bahwa Gus Yasin ini adalah usulan partai?
Oh iyaa...
Anda menerima usulan tersebut dengan lapang dada dan menganggap itu pilihan yang tepat
Kesalahan banyak orang adalah seolah-olah saya menentukan sendiri, padahal saya ini petugas partai. Ada tradisi dalam PDI Perjuangan, proses itu melalui penggodokan yang tajam, dengan analisis yang komprehensif. Jadi bukan yang dibayangkan oleh publik, saya maju, saya milih sendiri, saya cari sendiri, terus partai kita jadikan hanya sekadar kendaraan. Itu bukan tradisi kami. Jika tokoh tidak didukung partai, itu juga akan sulit kan?
Apa benar Anda sempat mendekati Gus Yusuf?
Awalnya, PPP itu dalam posisi yang mendukung kita, dan pada saat itu negosiasinya PKB juga bersama kita. Ada beberapa kandidat yang disarankan. Karena Gus Yusuf adalah Ketua DPW PKB, maka saya intens komunikasi dengan beliau, yang memang menjadi salah satu kandidat. Tapi PKB punya keputusan politik sendiri, dan itu kita hormati. Prosesnya sesederhana itu saja. Dan karena kemudian tidak terjadi titik temu, beberapa kandidat yang lain pasti menjadi plan B, dan itu kita kerjakan.
Artinya, PKB sebenarnya akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan PPP untuk mengusung Anda?
Iya.
Tapi PKB mundur ketika Anda memutuskan untuk meminang Gus Yasin?
Tidak seperti itu jalan ceritanya. Prosesnya memang agak lama, tapi kita harus segera mengambil keputusan. Karena kalau tidak ada keputusan yang fix, waktu habis dan kita bisa ketinggalan. Oleh karena itu kita harus mengambil keputusan untuk memilih.
![]()
Apa strategi Anda untuk memenangkan pilkada Jawa Tengah nanti?
Kalau kita melihat potensial voters yang ada, calon pemilih ini hari ini, mereka itu sebenarnya lebih senang disapa, mereka lebih senang pada personal touch, lebih senang kalau komunikasinya gampang. Jadi saya mengelola komunikasi dengan mereka melalui medsos. Instagram, Facebook, juga Twitter.Â
Dalam mengelola pemerintahan saya juga membiasakan, semua kawan-kawan di UPD saya harus punya medsos, sehingga responnya cepat. Boleh pakai WA, call centre, sms, web base. Lalu saya buat aplikasi LaporGub. Aplikasi respon cepat ini sebenarnya adalah salah satu cara untuk membuat mereka merasakan pemerintah hadir. Tentu kepuasannya mungkin tidak bisa 100 persen. Tapi inilah strategi umum yang publik bisa melihat, karena jejak digitalnya bisa dilihat.