Semoga Pilkada Menggembirakan, Boleh Juga Lucu
- VIVA/Muhamad Solihin
Alhamdulillah, selama dua periode ini partai saya tidak pernah minta yang namanya mahar politik. Itu tidak pernah ada. Justru saya dibantu, iuran kawan-kawan. Ini yang namanya fundrising. Saya mau maju kamu mau dukung engga? Kalau dukung, kamu mau iuran apa engga?
Tahun 2013 dulu, tiba-tiba ada kaos yang beredar namanya Ganjar-Heru, kaos Ganjaran Kepang, dsb. Sekarang juga muncul, Santri Gayeng, Ganjar-Yasin, dan sebagainya. Itu banyak juga yang menyumbang personal. Bahkan dari siapa, saya engga tahu. Banyak lho masyarakat itu yang kita ajak dengan sukarela mereka mau. Tapi kalau calon berpikiran bahwa kebutuhan logistik itu kemudian mau money politik, ya sudah habis kita. Duit berapa pun di pilkada pasti habis. Makanya ini yang harus dipahami oleh para kandidat juga, banyak cara untuk menang dalam pilkada tanpa korupsi.
Apa yang akan Anda lakukan guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi?
Tagline saya tahun 2013 dulu itu ‘Mboten korupsi, Mboten ngapusi.’ Apa yang kita lakukan? Pertama, kita ajak KPK. Jawa Tengah waktu itu termasuk sebagai provinsi awal yang mengajak KPK bekerja sama. Kita lakukan koordinasi, supervisi, dan pencegahan. Latihannya apa? Simpel, kalau ada yang mendapatkan gratifikasi langsung dilaporkan. Tahun 2015 kita tercatat sebagai provinsi yang melaporkan gratifikasi paling banyak. Tahun 2016, kita pengelola gratifikasi terbaik. Kemudian, tahun 2017, Jawa Tengah itu kalau tidak salah bersama NTB, DKI Jakarta tercatat sebagai tiga provinsi yang laporan LHKPN nya paling bagus. Ini pencegahan.
Selain itu?
Kedua, saya melaksanakan lelang terbuka. Semua boleh ikut, transparan. Maka dengan cara itu bisa kita reduce potensi mereka untuk kongkalikong, KKN. Lelang masukan ULP semua, ketika lelang dimasukkan ke ULP maka semua akan melihat secara transparansi. Meskipun masih ada yang main-main, tapi kita bisa tekan. Kemudian, ketika kita membuka semua informasi secara transparan, masyakarat bisa memantau langsung. Dan itu kita lakukan.
Setelah lima tahun ini, ke depan kalau saya terpilih kembali, maka tunas-tunas integritas itu harus kita tularkan ke kabupaten/kota yang lain. Saya sudah mencoba ketika pilkada serentak yang kemarin, seluruh bupati dan walikota di sini saya ajak ke KPK untuk sekolah AntiKorupsi. Lha faktanya masih ada yang tertangkap. Jadi, dengan pencegahan yang seperti itu aja masih ada yang tertangkap.